<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1702763">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN CA-125, PROLAKTIN DAN KADAR SERUM KORTISOL DENGAN STADIUM ENDOMETRIOSIS DAN DERAJAT NYERI PADA PASIEN ENDOMETRIOSIS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Teuku Andy Fasha</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran (S2)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Endometriosis adalah kondisi ginekologi kronis yang memengaruhi 10% wanita usia reproduksi, ditandai dengan adanya jaringan endometrium di luar kavum uteri. Penyakit ini sering didiagnosis terlambat karena gejala yang tidak spesifik dan kurangnya biomarker yang dapat diandalkan. Kadar serum CA125, prolaktin, dan kortisol merupakan biomarker yang diduga berperan dalam patogenesis endometriosis melalui jalur inflamasi, neuroendokrin, dan stress-response yang saling terkait. Namun, penelitian mengenai hubungan simultan ketiga biomarker ini dengan stadium penyakit dan intensitas nyeri masih terbatas, terutama pada populasi Indonesia. Memahami profil biomarker terintegrasi sangat penting untuk meningkatkan akurasi diagnostik dan strategi pengobatan yang lebih efektif.&#13;
Tujuan: Mengetahui hubungan antara kadar serum CA125, prolaktin, dan kortisol dengan stadium endometriosis dan derajat nyeri pada pasien dengan diagnosis endometriosis.&#13;
Metode: Penelitian observasional cross-sectional dilakukan di RSUD Dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh, melibatkan 30 pasien dengan endometriosis yang telah dikonfirmasi. Kadar serum CA125, prolaktin, dan kortisol diukur menggunakan ECLIA. Stadium endometriosis ditentukan berdasarkan klasifikasi American Society for Reproductive Medicine (ASRM), dan derajat nyeri dinilai menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis statistik dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman.&#13;
Hasil: Rerata usia subjek adalah 37,23 ± 7,44 tahun dengan distribusi stadium II (20,0%), stadium III (16,7%), dan stadium IV (63,3%). Rerata skor nyeri adalah 5,60 ± 1,48 pada NRS. Semua biomarker menunjukkan elevasi melebihi nilai normal: CA125 (72,65 ± 55,39 U/mL), prolaktin (1456,77 ± 1799,79 ng/mL), dan kortisol (341,92 ± 189,02 μg/dL). Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kadar CA125 dengan stadium endometriosis (r=0,580, p=0,001). Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara prolaktin (r=-0,069, p=0,718) dan kortisol (r=-0,039, p=0,837) dengan stadium endometriosis. Tidak ada biomarker yang berkorelasi signifikan dengan derajat nyeri: CA125 (r=0,191, p=0,312), prolaktin (r=-0,068, p=0,720), dan kortisol (r=-0,356, p=0,054).&#13;
Kesimpulan: Kadar serum CA125 menunjukkan korelasi signifikan dengan stadium endometriosis (r=0,580, p=0,001) dan dapat digunakan sebagai biomarker untuk evaluasi progresivitas penyakit. Meskipun kadar serum prolaktin dan kortisol tidak berkorelasi dengan parameter klinis, elevasi ekstrem keduanya mengindikasikan disregulasi neuroendokrin pada pasien endometriosis. Hasil penelitian ini mendukung penggunaan kadar serum CA125 sebagai biomarker untuk menilai keparahan endometriosis dan menunjukkan pentingnya evaluasi komprehensif yang mempertimbangkan faktor biologis, psikologis, dan sosial dalam penanganan nyeri pada pasien endometriosis.&#13;
Kata Kunci: Endometriosis, CA125, prolaktin, kortisol, biomarker, penilaian nyeri&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1702763</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-06 13:13:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-06 14:59:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>