Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
MAKNA MOTIF DALAM KERAJINAN ANYAMAN TAPE SEBAGAI WARISAN BUDAYA PADA MASYARAKAT GAYO LUES
Pengarang
Munawarah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Rida Safuan Selian - 197610072002121003 - Dosen Pembimbing I
Ramdiana - 197609162006042001 - Dosen Pembimbing II
Tengku Hartati - 197108122006042001 - Penguji
Ismawan - 196808151995121002 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2106102030036
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP., 2025
Bahasa
Indonesia
No Classification
745
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Munawarah. (2025). Makna Motif Dalam Kerajinan Anyaman Tape Sebagai
Warisan Budaya Pada Masyarakat Gayo Lues. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala].
Dibawah bimbingan Dr. Rida Safuan Selian,S.Pd.,M.Pd dan Ramdiana
S.Sn.,M.Sn
Tape menjadi salah satu warisan budaya yang sarat makna di kehidupan
masyarakat Gayo Lues, karena motif-motif yang dihasilkan melalui tape sering
kali dikaitkan dengan nilai-nilai kehidupan yang dipegang teguh oleh masyarakat
setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna motif pada anyaman
tape Gayo Lues di Desa Penggalangan. Menggunakan metode kualitatif dan jenis
deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah pengrajin anyaman tape,
budayawan, serta tokoh adat, sedangkan objek penelitian disini adalah kerajinan
anyaman tape. Data diperoleh dengan teknik observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik reduksi data, display data,
dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna denotatif dari
anyaman tape terinspirasi dari bentuk geometris, garis, persegi panjang, garis
diagonal, dan kotak-kotak kecil. Sedangkan makna konotatif pada kerajinan
anyaman tape yaitu Mata Pat (persatuan), Bunge Onom (rukun iman dan
kepercayaan) Jorol Lintah (lika-liku kehidupan),Bunge Terong (kepercayaan dan
kesembuhan), Sesesip (silaturrahmi dan perdamaian), Leladu (kehormatan dan
nasihat), Roa Lapis (hubungan manusia dengan Tuhan), Lintem (sejarah
perjalanan Sibayak Linge), Kepek Keleton (keindahan dan keabadian) , Bukit
Bebaris (kekaguman).
Kata Kunci: Makna, Motif, Anyaman, Tape, Warisan
ABSTRACT Munawarah. (2025). The Meaning of Motifs in Tape Weaving Crafts as Cultural Heritage in the Gayo Lues Community. [Undergraduate Thesis, Universitas Syiah Kuala]. Under direction of Dr. Rida Safuan Selian,S.Pd.,M.Pd and Ramdiana S.Sn., M.Sn. Tape is one of the cultural heritages rich in meaning for the people of Gayo Lues, as the motifs produced through tape weaving are often associated with the core values upheld by the local community. This study aims to explore the meanings of motifs found in the Gayo Lues tape weaving craft in Penggalangan Village. A qualitative descriptive method was used. The subjects of this study included tape weaving artisans, cultural experts, and traditional leaders, while the object of the research was the tape weaving craft itself. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using data reduction, data display, and verification techniques. The results of this study show that the denotative meanings of tape weaving motifs are inspired by geometric shapes, lines, rectangles, diagonals, and small squares. The connotative meanings of the tape weaving craft include Mata Pat (unity), Bunge Onom (the pillars of faith and belief), Jorol Lintah (the twists and turns of life), Bunge Terong (belief and healing), Sesesip (togetherness and peace), Leladu (honor and counsel), Roa Lapis (human relationship with God), Lintem (the historical journey of Sibayak Linge), Kepek Keleton (beauty and eternity), and Bukit Bebaris (a sense of awe and admiration). Keywords: Meaning, Motif, Weaving, Tape, Heritage
MOTIF DAN FUNGSI KERAJINAN ANYAMAN TAPE DI GAMPONG KEMILI KECAMATAN BEBESEN KABUPATEN ACEH TENGAH (WILDA YULIANDARI, 2019)
MAKNA MOTIF PADA KERAJINAN ANYAMAN AMPANG 12 DI GAMPONG PENGGALANGAN BLANGKEJEREN GAYO LUES (Alfira Rahmita, 2025)
GEDUNG SENI BUDAYA GAYO DI ACEH TENGAH (AUFANISA GEMASIH, 2015)
OPINI MAHASISWA TERHADAP PEMBERITAAN HARIAN SERAMBI INDONESIA TENTANG 15 SENI GAYO TIDAK MASUK PKA KE-VI TAHUN 2013 (STUDI TERHADAP MAHASISWA GAYO DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH) (Andryan Futra, 2015)
MOTIF DAN BENTUK KERAJINAN ANYAMAN PANDAN DI GAMPONG MATANG GLEUM KECAMATAN PEUREULAK KABUPATEN ACEH TIMUR (tari Riski Ananda, 2015)