Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
POSES REGENERASI TARI RAPAI GELENG PADA SANGGAR BUJANG JUARA DI MANGGENG RAYA KABUPATEN ACEH BARAT DAYA KABUPATEN ACEH BARAT DAYA
Pengarang
SITI ASYURA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Tengku Hartati - 197108122006042001 - - - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2106102030084
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP Sendratasik., 2025
Bahasa
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Siti Asyura. (2025). Proses Regenerasi Tari Rapai Geleng pada Sanggar Bujang Juara di Manggeng Raya Kabupaten Aceh Barat Daya. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Tengku Hartati, S.Pd., M.Pd. dan Yuli Astuti, S.Pd., M.Pd.
Sanggar Bujang Juara aktif dalam terus melestarikan dan mewariskan Tari Rapai Geleng. Namun, seiring perkembangan zaman Tari Rapai Geleng mulai kehilangan minatnya terutama para generasi muda kurang tertarik mempelajarinya. Permasalahan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses regenrasi tari Rapai Geleng di Sanggar Bujang Juara tujuannya untuk mengetahui bagaimana proses regenerasi tari Rapai Geleng pada Sanggar Bujang Juara di Manggeng Raya Kabupaten Aceh Barat Daya. Penelitian ini menggunakan pendeketan kualitatif oleh peneliti dengan metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses regenerasi Tari Rapai Geleng di Sanggar Bujang Juara dilakukan melalui tiga pola, yaitu regenerasi vertikal peran antara sedarah yaitu orang tua langsung dengan anaknya ataupun antara guru dengan muridnya, horizontal regenerasi yang melibatkan peran senior terhadap juniornya, dan oblik dimana peran lingkungan sekolah dalam meregenerasi tari Rapai Geleng. Regenerasi vertikal terjadi melalui pewarisan antar anggota keluarga sedarah, di mana Sanggar diwariskan kepada anak laki-laki, atau jika tidak memiliki anak laki-laki, maka kepada kerabat dekat seperti sepupu laki laki yang telah belajar di Sanggar tersebut. Regenerasi horizontal dilakukan melalui peran para anggota senior Sanggar yang secara langsung melatih anggota muda melalui praktik secara langsung. sementara itu, transmisi budaya secara oblik tercermin dari motivasi eksternal, seperti pembukaan ekstrakurikuler Tari Rapai Geleng di sekolah-sekolah sekitar Sanggar, guna menumbuhkan minat dan kecintaan siswa terhadap kesenian tradisional ini.
Kata Kunci: Tari Rapai Geleng, Sanggar Bujang Juara, Regenerasi.
Siti Asyura. (2025). The Process of Regenerating Rapai Geleng Dance at the Bujang Juara Studio in Manggeng Raya, Southwest Aceh Regency. [Thesis. Syiah Kuala University]. Under the guidance of Tengku Hartati, S.Pd., M.Pd. dan Yuli Astuti, S.Pd., M.Pd. Sanggar Bujang Juara is actively involved in preserving and passing on the Rapai Geleng dance. However, with the passage of time, interest in the Rapai Geleng dance has begun to wane, especially among the younger generation, who are less interested in learning it. The research problem is to understand the process of regeneration of the Rapai Geleng dance at the Bujang Juara dance studio, with the aim of understanding how the process of regeneration of the Rapai Geleng dance takes place at the Bujang Juara dance studio in Manggeng Raya, Aceh Barat Daya Regency. This study employs a qualitative approach by the researcher, utilizing descriptive qualitative methods and data collection techniques such as observation, documentation, and interviews. The results of the study indicate that the regeneration process of the Rapai Geleng dance at the Bujang Juara studio is carried out through three patterns: vertical regeneration between blood relatives, such as between parents and their children or between teachers and their students; horizontal regeneration involving the role of seniors toward juniors; and oblique regeneration, where the school environment plays a role in regenerating the Rapai Geleng dance. Vertical regeneration occurs through inheritance among blood relatives, where the studio is passed down to the son, or if there is no son, then to close relatives such as male cousins who have studied at the studio. Horizontal regeneration is carried out through the role of senior studio members who directly train younger members through hands-on practice. Meanwhile, oblique cultural transmission is reflected in external motivations, such as the introduction of Rapai Geleng dance extracurricular activities in schools near the studio, aimed at fostering students' interest and appreciation for this traditional art form. Keywords: Rapai Geleng Dance, Bujang Juara Studio, Regeneration.
PERUBAHAN GERAK TARI RAPAI GELENG DI SANGGAR BUJANG JUARA KABUPATEN ACEH BARAT DAYA (SUCCY NOVIDA ZIA MUSNA, 2025)
1 RN RNPENGEMBANGAN MINAT SISWA SMA NEGERI 1 ACEH BARATRNDAYA DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULERRNALAT MUSIK TRADISIONAL ACEH (SASKI AQIASSILFITRI, 2022)
PESAN MORAL DALAM SYAIR RAPAI GELENG DI TANGAN-TANGAN KABUPATEN ACEH BARAT DAYA (NURUL FIKHA, 2026)
PERKEMBANGAN PERTUNJUKAN RAPA’I GELENG DI SANGGAR BAYEUN SEUTIA KABUPATEN ACEH BARAT (KHAIRUNA, 2021)
PENERAPAN KONSEP METAFORA PADA VISUALISASI TARI RAPAI GELENG MENJADI MOTIF KHAS ACEH BARAT DAYA (SRI RAHMA FARDHILLAH, 2026)