Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
BIOLOGI KUTU PUTIH (PSEUDOCOCCUS SP. ) PADA TANAMAN NILAM ACEH ( POGOSTEMON CABLIN BENTH )
Pengarang
SINTIA AGUSTINA HUTARI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nur Pramayudi - 198010132006041001 - Dosen Pembimbing I
Nomor Pokok Mahasiswa
2105109010021
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Proteksi Tanaman (S1) / PDDIKTI : 54295
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian (S1)., 2025
Bahasa
Indonesia
No Classification
595.756
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kutu putih (Pseudococcus sp.) merupakan salah satu hama penting yang menyebabkan kerusakan serius pada tanaman nilam Aceh (Pogostemon cablin Benth). Serangga ini menyerang dengan cara mengisap cairan tanaman, sehingga menghambat pertumbuhan dan menurunkan produktivitas minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aspek biologi kutu putih, meliputi siklus hidup, morfologi, gejala serangan, serta rasio jenis kelamin kutu putih pada tanaman nilam.
Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan dan Laboratorium Hama Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala sejak November 2024 hingga Juni 2025. Rangkaian penelitian meliputi perbanyakan kutu putih di laboratorium, infestasi pada tanaman nilam dalam sungkup, dan pengamatan harian terhadap siklus hidup dan gejala serangan. Parameter yang diamati mencakup identifikasi spesies, tahapan perkembangan dari telur hingga imago, morfologi kutu putih, gejala serangan, dan rasio jenis kelamin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kutu putih yang menyerang tanaman nilam aceh merupakan Pseudococcus sp.. Karakteristik kutu putih meliputih tubuh oval, lunak, berlapis lilin putih, dan ditemukan membentuk koloni pada batang serta daun tanaman nilam. Siklus hidup kutu putih berlangsung selama 25–32 hari, dimulai dari telur, nimfa instar I–III (hingga IV pada jantan), dan imago. Kutu putih betina menetap dan dapat bertelur dalam jumlah besar (200 – 600 telur), sedangkan jantan memiliki sayap dan tidak makan karena tidak memiliki alat mulut fungsional. Sex Ratio menunjukkan dominasi kutu putih betina dengan perbandingan 1:3 (jantan : betina), yang mengindikasikan potensi ledakan populasi.
Gejala serangan ditandai dengan adanya gumpalan putih seperti kapas, daun menguning dan mengeriting, serta tanaman tampak layu dan kerdil. Produksi embun madu juga mengundang semut yang memperparah serangan. Dari hasil tersebut, disimpulkan bahwa kutu putih merupakan ancaman serius dalam budidaya nilam. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar informasi untuk pengendalian hama kutu putih lebih lanjut dan mendukung peningkatan produktivitas minyak nilam.
Mealybugs (Pseudococcus sp.) are a significant pest that causes serious damage to Aceh patchouli plants (Pogostemon cablin Benth). These insects attack by sucking plant sap, thus inhibiting growth and reducing essential oil productivity. This research aims to examine the biology of mealybugs, including their life cycle, morphology, attack symptoms, and sex ratio on patchouli plants. The research was conducted in the experimental garden and Plant Pest Laboratory of the Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, from November 2024 to June 2025. The study included laboratory propagation of mealybugs, infestation of patchouli plants under cover, and daily observations of their life cycle and attack symptoms. Parameters observed included species identification, developmental stages from egg to adult, mealybug morphology, attack symptoms, and sex ratio. The results showed that the mealybugs attacking Aceh patchouli plants were Pseudococcus sp. Mealybugs have oval, soft bodies coated with white wax, and are found forming colonies on the stems and leaves of patchouli plants. The mealybug life cycle lasts 25–32 days, starting with egg, first–third instar nymph (up to fourth in males), and then adult. Female mealybugs remain resident and can lay large numbers of eggs (200–600 eggs), while males have wings and do not feed because they lack functional mouthparts. The sex ratio shows a 1:3 male to female predominance of female mealybugs, indicating a potential population explosion. Symptoms of infestation include the appearance of cotton-like white masses, yellowing and curling of leaves, and wilting and stunted plants. Honeydew production also attracts ants, which exacerbate the infestation. These results conclude that mealybugs pose a serious threat to patchouli cultivation. This research is expected to provide basic information for further mealybug pest control and support increased patchouli oil productivity.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK BERBAHAN BAKU KOTORAN HEWAN DAN AMPAS NILAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH.) (NADIATURRIZQY, 2023)
PENGGUNAAN KOMBINASI KOMPOS, FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR (FMA) DAN BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH) PADA ULTISOL (NURNAILAH ATIFAH, 2025)
PENGARUH EKSTRAK AMPAS DAUN NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTB.) TERHADAP KEMATLAN LARVA NY AMUK AEDES AEGYPTI (Nona Rahmaida Puetri, 2022)
UJI KETAHANAN BEBERAPA VARIETAS TANAMAN NILAM ACEH (POGOSTEMON CABLIN BENTH) TERHADAP INTENSITAS SERANGAN KUTU PUTIH (PSEUDOCOCCUS SP.) (MUTIA ZAHRA, 2025)
PERTUMBUHAN PLANLET TANAMAN NILAM (POGOSTEMON CABLIN BENTH. VAR SIDIKALANG) SECARA IN VITRO DENGAN MENGGUNAKAN AIR KELAPA SEBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH ALAMI (Desy Afriani Lubis, 2015)