<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1702641">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI TUMBUHAN SARANG SEMUT LOKAL ACEH SEBAGAI KANDIDAT ANTI-DIABETES MELITUS TIPE 2 BERBASIS BAHAN ALAM.</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Roslizawaty</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pasca Sarjana (S3)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tumbuhan sarang semut merupakan salah satu tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia untuk pengobatan beragam penyakit. Tumbuhan sarang semut ini termasuk dalam famili Rubiaceae dan hanya lima genera yang memiliki umbi yaitu Anthorrhiza, Hydnophytum, Myrmecodia, Myrmephytum, dan Squamellaria. Salah satu spesies dari genus Myrmecodia dan Hydnophytum telah ditemukan di Provinsi Aceh yaitu Myrmecodia tuberosa Jack (Aceh Jaya) dan Hydnophytum formicarum Jack (Aceh Besar). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen kimia hasil ekstraksi ekstrak metanol umbi tumbuhan sarang semut (Myrmecodia tuberosa Jack) asal Aceh Jaya dan (Hydnophytum formicarum Jack) Aceh Besar yang kemudian diidentifikasi menggunakan metode skrining fitokimia, Fourier Transform-Infrared (FT-IR), dan Gas Chromatoghraphy-Mass Spectroscopy (GC-MS), dan mengetahui nilai IC50 , kadar total fenolik, kadar total flavonoid yang terkandung dalam ekstrak metanol serta melihat aktivitas penghambatan enzim a-glucosidase dan a-amilase dari ekstrak metanol umbi tumbuhan sarang semut asal Aceh. Selanjutnya dilakukan pengujian secara in vivo dengan tujuan untuk melihat pengaruh pemberian ekstrak umbi tumbuhan sarang semut terhadap kadar glukosa darah, gambaran histopalogi pankreas dan hati, serta gangguan reproduksi jantan yang tercermin pada kualitas spermatozoa, morfometri testis dan epididimis tikus Rattus norvegicus jantan diabetes melitus yang diinduksi aloksan dan pakan tinggi lemak. Perlakuan pada hewan coba terdiri dari P0 (perlakuan normal), P1 (induksi diabetes melitus dan pakan tinggi lemak), P2 (terapi ekstrak umbi sarang semut 100 mg/kg bb), dan P3 (terapi ekstrak umbi sarang semut 200 mg/kg bb). Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol umbi sarang semut (Myrmecodia tuberosa Jack) asal Aceh Jaya mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid. Hasil skrining fitokimia ekstrak metanol umbi sarang semut (Hydnophytum formicarum Jack) asal Aceh Besar mengandung flavonoid, tanin, dan terpenoid. Kedua ekstrak metanol umbi ini memenuhi parameter spesifik dan non-spesifik simplisia dan ekstrak. Hasil analisis GCMS menyatakan bahwa ekstrak metanol umbi sarang semut asal Aceh Jaya mengandung  senyawa  utama 2H-Oxecin-2-one, 3,4,7,8,9,10-hexahydro-4-hydroxy-10-methyl-,[4S(4R*,5E,10S*)]- 50,63%, trans-13-Octadecenoic acid – 6,91%, Stigmasterol 5,36%, dan  n-Hexadecanoic  acid 4,96%. Hasil analisis GC-MS ekstrak metanol umbi sarang semut asal Aceh Besar mengandung senyawa utama resorcinol 17.92%, 2(5H)-Furanone 14,3%, n-Hexadecanoic acid 10,58%, cis-Vaccenic acid 8,11%, dan Linoelaidic acid 1,84%. Hasil analisis FT-IR menunjukkan hasil spektrum FT-IR ekstrak metanol umbi sarang semut Aceh Jaya mengandung gugus O-H, C-H, C=O, C=C alkena, dan C=C aromatic. Ekstrak metanol umbi sarang semut Aceh Besar mengandung gugus O-H, C-H, C=O, C=C alkena, dan C=C aromatik. Selanjutnya hasil uji antioksidan menggunakan metode DPPH diperoleh nilai IC50,  untuk ekstrak metanol Hydnophytum formicarum Jack 9,217 ppm dan Myrmecodia tuberosa Jack 10,726 ppm. Kadar total fenolik dan flavonoid untuk Hydnophytum formicarum Jack. dan Myrmecodia tuberosa Jack berturut sebagai berikut 230,27 mg GAE/g dan 222,43 mg GAE/g, dan 8,48 mg QE/g dan 8,62 mg QE/g. Hasil penetapan kadar total alkaloid ekstrak metanol sarang semut asal Aceh diperoleh 10.09±0.2 mg CE/g untuk Hydnophytum formicarum Jack, dan 7.45±0.0 mg CE/g untuk Myrmecodia tuberosa Jack. Hasil uji aktivitas inhibisi alpha-amilase dan alphaglukosidase dari ekstrak metanol umbi Hydnophytum  formicarum Jack dan Myrmecodia tuberosa Jack berturut nilai IC50  adalah 297,4877 ppm dan 207,155 ppm; 109,3768 ppm dan 71,10 ppm. Berdasarkan hasil analisis kimia, umbi sarang semut asal Aceh menunjukkan kandungan senyawa bioaktif yang berpotensi tinggi untuk dikembangkan sebagai bahan baku obat alami. Hasil uji in vivo setelah terapi ekstrak metanol umbi  tumbuhan sarang semut (Hydnophytum formicarum Jack) memberikan data kadar glukosa tikus putih (Rattus norvegicus) perlakuan (rata-rata ± SD; mg/dL) pada P0, P1, P2 dan P3 berturut-turut sebagai berikut 100,60 ± 26,46a; 405,80 ± 14,35c; 164,00 ± 15,56b; dan 164,60 ± 28,11b (p</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1702641</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-03 15:07:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-06 08:47:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>