Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
KAJIAN ETNOMUSIKOLOGI PERTUNJUKAN KESENIAN NANDONG DI KECAMATAN SIMEULUE TENGAH KABUPATEN SIMEULUE
Pengarang
ARYA FANONTA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Mukhsin Putra Hafid - 197607022006041001 - Dosen Pembimbing I
Samsuri - 198902062023212039 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2006102030078
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas FKIP (S1)., 2025
Bahasa
Indonesia
No Classification
700
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Arya Fanonta.(2025). Kajian Etnomusikologi Pertunjukan Nandong di Kabupaten Simeulue Kecamatan Simeulue Tengah Desa Lambaya. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Dr.Sn. Mukhsin Putra Hafid, S.Sn., M.A. dan Samsuri, S.Pd., M.Ed.
Derasnya arus globalisasi dan maraknya penjajakan selera musik Barat, membawa dampak yang signifikan terhadap kesenian tradisi Nandong yang kian mulai ditinggalkan oleh masyarakat pendukungnya sendiri. Fenomena ini banyak ditemukan oleh penelitian budaya, dan salah satu cara untuk dapat mengedukasi masyarakat budaya setempat kajian Etnomusikologi dapat mengungkapkan kembali spirit akan kelokalannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis konsep, tingkah laku, dan bunyi dalam tradisi pertunjukan Nandong. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penyajian data diperoleh berdasarkan hasil wawancara, pengamatan, dan dokumen untuk selanjutnya di kode berdasarkan tema secara general, dengan mengacu kerangka teori etnomusikologi dari Alan P. Merriam dan Bruno Nettl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Nandong merupakan cerminan nilai-nilai lokal yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dalam identitas budaya masyarakat. Konsep ini tampak dalam ungkapan lokal seperti “Aga teen dumara engkannai, aga teen ita etayahai” (yang artinya kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi) yang merefleksikan semangat pelestarian tradisi. Tingkah laku masyarakat terhadap tradisi Nandong tercermin dalam keikutsertaan aktif dalam pertunjukan, pewarisan syair, penggunaan bahasa lokal, serta sikap hormat terhadap adat. Sementara itu, bunyi dalam Nandong terbentuk dari perpaduan antara alat musik Kedang (Gendang) dan vokal dalam bentuk syair pantun yang mendayu-dayu, yang sarat akan makna moral, sosial, hingga mitigasi bencana, seperti terlihat dalam syair Nandong Smong.
Kata kunci: Etnomusikologi, Nandong, Simeulue, Konsep, Tingkah Laku, Bunyi
ABSTRACT Arya Fanonta. (2025). Ethnomusicology Study of Nandong Performance in Simeulue Regency, Simeulue Tengah District, Lambaya Village. [Skripsi. Syiah Kuala University]. Under the guidance of Dr.Sn. Mukhsin Putra Hafid, S.Sn., M.A. and Samsuri, S.Pd., M.Ed. significant impact on the Nandong traditional arts that are increasingly being abandoned by their own supporting communities. This phenomenon is often found by cultural research, and one way to educate the local cultural community is that Ethnomusicology studies can re-express the spirit of its locality. The purpose of this study is to describe and analyze the concepts, behaviors, and sounds in the Nandong performance tradition. This study uses a qualitative descriptive approach. The presentation of data is obtained based on the results of interviews, observations, and documents to be further coded based on general themes, referring to the ethnomusicology theoretical framework of Alan P. Merriam and Bruno Nettl. The results of the study show that the Nandong concept is a reflection of local values that are passed down from generation to generation and are an important part of the cultural identity of the community. This concept is seen in local expressions such as "Aga teen dumara engkannai, aga teen ita etayahai" (which means if not now when, if not us who else) which reflects the spirit of preserving tradition. The behavior of the community towards the Nandong tradition is reflected in active participation in performances, the inheritance of poetry, the use of local languages, and respect for customs. Meanwhile, the sound in Nandong is formed from a combination of Kedang (drum) musical instruments and vocals in the form of melodious pantun verses, which are full of moral, social, and disaster mitigation meanings, as seen in the Nandong Smong poem. Keywords: Ethnomusicology, Nandong, Simeulue, Concept, Behavior, Sound
NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM KESENIAN NANDONG DI KABUPATEN SIMEULUE (KIKA MARYA DEWI, 2024)
KAJIAN ETNOMUSIKOLOGI PERTUNJUKAN KESENIAN NANDONG DI KECAMATAN SIMEULUE TENGAH KABUPATEN SIMEULUE (ARYA FANONTA, 2025)
SENI PERTUNJUKAN NANDONG DI SINABANG KECAMATAN SIMEULUE TIMUR KABUPATEN SIMEULUE (NUZULA SALSABILLA, 2021)
PERUBAHAN DAN KEBERLANJUTAN KESENIAN NANDONG DI SANGGAR SAFAKAT DESA LUGU KABUPATEN SIMEULUE (Maryulan Ulfa, 2024)
UPAYA MASYARAKAT MELESTARIKAN TRADISI NANDONG DI KECAMATAN TELUK DALAM KABUPATEN SIMEULUE (WENNI AGUSTIN, 2018)