<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1702581">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN ETNOMUSIKOLOGI PERTUNJUKAN KESENIAN NANDONG DI KECAMATAN SIMEULUE TENGAH KABUPATEN SIMEULUE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ARYA FANONTA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FKIP (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
&#13;
Arya Fanonta.(2025). Kajian Etnomusikologi Pertunjukan Nandong di Kabupaten Simeulue Kecamatan Simeulue Tengah Desa Lambaya. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Dibawah bimbingan Dr.Sn. Mukhsin Putra Hafid, S.Sn., M.A. dan Samsuri, S.Pd., M.Ed.&#13;
&#13;
Derasnya arus globalisasi dan maraknya penjajakan selera musik Barat, membawa dampak yang signifikan terhadap kesenian tradisi Nandong yang kian mulai ditinggalkan oleh masyarakat pendukungnya sendiri. Fenomena ini banyak ditemukan oleh penelitian budaya, dan salah satu cara untuk dapat mengedukasi masyarakat budaya setempat kajian Etnomusikologi dapat mengungkapkan kembali  spirit akan kelokalannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis konsep, tingkah laku, dan bunyi dalam tradisi pertunjukan Nandong. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penyajian data diperoleh berdasarkan hasil wawancara, pengamatan, dan dokumen untuk selanjutnya di kode berdasarkan tema secara general, dengan mengacu kerangka teori etnomusikologi dari Alan P. Merriam dan Bruno Nettl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Nandong merupakan cerminan nilai-nilai lokal yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dalam identitas budaya masyarakat. Konsep ini tampak dalam ungkapan lokal seperti “Aga teen dumara engkannai, aga teen ita etayahai” (yang artinya kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi) yang merefleksikan semangat pelestarian tradisi. Tingkah laku masyarakat terhadap tradisi Nandong tercermin dalam keikutsertaan aktif dalam pertunjukan, pewarisan syair, penggunaan bahasa lokal, serta sikap hormat terhadap adat. Sementara itu, bunyi dalam Nandong terbentuk dari perpaduan antara alat musik Kedang (Gendang) dan vokal dalam bentuk syair pantun yang mendayu-dayu, yang sarat akan makna moral, sosial, hingga mitigasi bencana, seperti terlihat dalam syair Nandong Smong.&#13;
&#13;
Kata kunci: Etnomusikologi, Nandong, Simeulue, Konsep, Tingkah Laku, Bunyi&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ARTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CUSTOMS (PRACTICES)</topic>
 </subject>
 <classification>700</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1702581</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-02 15:26:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-03 15:18:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>