<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1702565">
 <titleInfo>
  <title>PENINGKATAN KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING DI SMA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Alfiya Nurfaizah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FKIP (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Alfiya Nurfaizah. (2025). Peningkatan Kemampuan Literasi Matematis Siswa melalui Model Problem Based Learning dengan Pendekatan Culturally Responsive Teaching di SMA. &#13;
&#13;
Kemampuan literasi matematis siswa yang masih rendah sering disebabkan oleh pembelajaran yang belum menekankan pada pengembangan kemampuan memahami, menalar, dan menerapkan konsep matematika dalam berbagai konteks. Salah satu model yang dapat digunakan untuk meningkatkan literasi matematis adalah Problem Based Learning (PBL). Meskipun demikian, Model PBL masih memiliki keterbatasan, karena permasalahan yang digunakan seringkali belum sesuai dengan latar belakang budaya siswa, sehingga siswa kurang terlibat secara aktif dalam proses pemecahan masalah. Untuk mengatasi hal tersebut, Model PBL dipadukan dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) yang memanfaatkan budaya lokal sebagai konteks pembelajaran, sehingga dapat mendorong keterlibatan aktif, pemahaman yang lebih dalam, serta kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan literasi matematis siswa melalui model PBL dan pendekatan CRT di SMA. Pendekatan yang digunakan di penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian true experimental design dengan menggunakan pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 1 Seunagan tahun ajaran 2024/2025. Pengambilan sampel diambil secara random yaitu kelas X Merdeka II sebagai kelas eksperimen dan kelas X Merdeka I sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan literasi matematis. Sedangkan pengolahan data dilakukan menggunakan uji-t independen. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa peningkatan kemampuan literasi matematis melalui model problem based learning dengan pendekatan culturally responsive teaching lebih baik daripada peningkatan kemampuan literasi matematis melalui pembelajaran konvensional.&#13;
&#13;
Kata Kunci:	Culturally Responsive Teaching, Kemampuan Literasi Matematis, Problem Based Learning. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1702565</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-02 13:25:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-02 14:53:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>