<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1702525">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH LITERASI DIGITAL TERHADAP PERILAKU PENYEBARAN BERITA BOHONG (HOAX) PADA KALANGAN GENERASI Z DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DWI ARJUNA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pesatnya perkembangan teknologi informasi di era Revolusi Industri 4.0 mempermudah akses terhadap informasi, namun juga mendorong maraknya penyebaran berita bohong (Hoax). Di Aceh, tercatat 4.888 kasus hoaks sejak 2019 hingga pertengahan 2024, disertai penurunan literasi digital masyarakat pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital terhadap perilaku penyebaran berita bohong di kalangan Generasi Z di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Sampel sebanyak 120 responden ditentukan dengan teknik purposive sampling dan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berpengaruh signifikan dan negatif terhadap perilaku penyebaran hoaks, dengan kontribusi pengaruh sebesar 52,1%. Nilai koefisien regresi -0,409 menunjukkan bahwa peningkatan literasi digital dapat menurunkan kecenderungan menyebarkan berita bohong. Temuan ini selaras dengan teori kognitif sosial Albert Bandura yang menekankan peran kognisi dalam mengendalikan perilaku. Dengan demikian, peningkatan literasi digital menjadi kunci dalam membentuk sikap kritis dan bertanggung jawab terhadap informasi yang diterima dan disebarkan di ruang digital.&#13;
Kata kunci: literasi digital, penyebaran hoaks, Generasi Z, komunikasi digital, teori kognitif sosial.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1702525</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-01 12:22:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-01 14:53:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>