<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1702501">
 <titleInfo>
  <title>PERAN EKOLOGIS MAMALIA KECIL TUPAI DALAM RESTORASI HUTAN KETAMBE KABUPATEN ACEH TENGGARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Suriati Armaini</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Karya Kerja Ilmiah</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Peran Ekologis Mamalia Kecil Tupai (Scandentia) dalam Restorasi Hutan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, serta memperoleh informasi mengenai status konservasinya. Penelitian dilakukan di Desa Aunan Sepakat, Kecamatan Ketambe, selama Desember-Januari 2025 menggunakan metode observasi langsung dan studi literature. Pengamatan dilakukan dua kali sehari (pagi 07.00-13.00 WIB dan siang-sore 14.00-18.00 WIB) selama dua kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua jenis tupai, yaitu tupai tanah dan tupai pohon, dengan pola aktivitas dominan eksplorasi dan makan. Tupai tanah lebih sering diam dan beraktivitas di permukaan tanah, sedangkan tupai pohon aktif melompat di kanopi. Kedua jenis tupai berperan penting dalam penyebaran biji, pengendalian hama secara alami, dan memperbaiki kualitas tanah melalui perilaku caching, yang mendukung regenerasi tanaman dan keseimbangan ekosistem. Status konservasi tupai termasuk kategori Least Concern (LC) menurut IUCN, namun pelestarian habitat dan pengurangan tekanan antropogenik tetap diperlukan untuk menjaga keberlanjutan populasinya. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam strategi restorasi hutan berbasis keanekaragaman hayati di Ketambe dan wilayah serupa lainnya.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FOREST LANDS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MAMMALS - CONSERVATION TECHNOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>639.9</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1702501</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-10-01 08:26:48</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-10-01 10:41:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>