Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
UNIVERSITY STUDENTS’ PERCEPTION ON USING INSTAGRAM FOR IMPROVING ENGLISH EMOTIONAL EXPRESSION VOCABULARY
Pengarang
Dara Asyifa Iqtia - Personal Name;
Dosen Pembimbing
DR. MUHAMMAD AULIA, S.PD., M. TESOL., M.A 198409042012121002 - - - Dosen Pembimbing I
Chairina - 198011252008122002 - Dosen Pembimbing II
Zulfadli - 197606032006041001 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2106102020002
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa Inggris (S1) / PDDIKTI : 88203
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas KIP., 2025
Bahasa
Indonesia
No Classification
418
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi mahasiswa terhadap penggunaan Instagram sebagai sarana untuk meningkatkan kosakata ekspresi emosional dalam bahasa Inggris. Seiring dengan meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan generasi muda, Instagram telah menjadi platform yang populer tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk pembelajaran bahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengombinasikan data kuesioner dari mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris Universitas Syiah Kuala serta data wawancara untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. Instrumen kuesioner dalam penelitian ini diadaptasi dari penelitian yang dilakukan oleh Fitri dan Maghfiroh (2024), Habibah et al. (2021), serta Labiran et al. (2024). Sementara itu, pertanyaan wawancara diadaptasi dari penelitian Fitri dan Maghfiroh (2024) serta Afiah et al. (2022). Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah familiar dengan Instagram dan sering berinteraksi dengan konten berbahasa Inggris, khususnya video dan caption yang memuat ekspresi emosional. Mereka menilai bahwa konten di Instagram bersifat bermanfaat, menarik, serta memberikan motivasi dalam mempelajari kosakata baru yang berkaitan dengan emosi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Instagram dapat berfungsi sebagai media tambahan yang efektif dan mudah diakses untuk pengembangan kosakata, khususnya dalam konteks ekspresi emosional.
This study explores university students’ perceptions of using Instagram as a tool to improve their English emotional expression vocabulary. With the increasing use of social media among young adults, Instagram has become a popular platform not only for entertainment but also for language learning. This research employed a qualitative approach, combining questionnaire data from students in the English department at Syiah Kuala University with interview responses to gain deeper insights. The questionnaire used in this study was adapted from the research of Fitri and Maghfiroh (2024), Habibah et al. (2021), and Labiran et al. (2024). Meanwhile, the interview’s questions was adapted from the research of Fitri and Maghfiroh (2024) and Afiah et al. (2022). The research findings of this study reveal that most students are familiar with Instagram and often engage with English content, especially videos and captions that feature emotional expressions. They find Instagram content helpful, engaging, and motivating in learning new vocabulary related to emotions. The study concludes that Instagram can serve as an effective and accessible supplementary tool for vocabulary development, particularly in the context of emotional expression.
STUDENTS’ VS. TEACHER’S PERCEPTIONS ON EFL SPEAKING PROBLEMS (Randhy Maulana, 2016)
THE USE OF COMIC AS A MEDIA IN TEACHING READING COMPREHENSION TO IMPROVE STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY (DESI PURNAMA SARI, 2020)
VOCABULARY LEARNING STRATEGY USED BY EFL PRIVATE UNIVERSITY STUDENTS IN BANDA ACEH (Herlinawati, 2019)
THE SOCIETY PERCEPTION TOWARDS THE IMPACT OF UNIVERSITY STUDENT GOES TO CHILDREN COMMUNITY FOR IMPROVING YOUNG LEARNERS’ ENGLISH COMPETENCE (Riki Muhamanda, 2021)
IMPROVING STUDENTS’ VOCABULARY THROUGH SPELLING BEE GAME (AN EXPERIMENTAL RESEARCH AT SEVENTH GRADE STUDENTS OF SMPN 4 BANDA ACEH) (Muzdhalifah Alqinda, 2017)