<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1702415">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA PERBANDINGAN SOSIAL DENGAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA MAHASISWA PENGGUNA MEDIA SOSIAL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SEPTY OKYRIANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Dalam era digital yang berkembang pesat, perhatian terhadap kesehatan mental semakin meningkat. Gejala yang sering seperti cemas berlebihan, mudah frustrasi, kesulitan merasakan kebahagiaan, dan perasaan tidak puas. Sikap-sikap ini mencerminkan kondisi kesejahteraan subjektif rendah. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap rendahnya kesejahteraan subjektif adalah kecenderungan melakukan perbandingan sosial di media sosial. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui hubungan antara perbandingan sosial dengan kesejahteraan subjektif pada mahasiswa pengguna media sosial. Penelitian melibatkan 381 mahasiswa aktif di Banda Aceh yang dipilih menggunakan metode multistage cluster samping dan Accidental sampling. Alat ukur yang digunakan berupa iowa netherland comparison orientation measure (INCOM), satisfaction with life scale (SWLS), dan scale of positive and negative affect (SPANE) Hasil analisis data menggunakan  uji korelasi Pearson menunjukkan nilai r = –0.077 (p&gt;0.05). Artinya perbandingan sosial tidak berkorelasi secara signifikan dengan kesejahteraan subjektif. Namun, hasil analisis per dimensi menunjukkan bahwa perbandingan sosial tidak berhubungan secara signifikan dengan kepuasan hidup dan afek positif, tetapi berkorelasi positif dengan afek negatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin kuat dorongan untuk membandingkan diri di media sosial, semakin besar kemungkinan timbulnya emosi negatif, tanpa memengaruhi tingkat kepuasan hidup atau perasaan positif. Implikasi penelitian menekankan pentingnya penguatan literasi emosional dan kesadaran digital guna menjaga kesehatan mental mahasiswa.&#13;
&#13;
Kata kunci: Kesejahteraan subjektif, media sosial, mahasiswa, perbandingan sosial.&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ADOLESCENTS - PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>155.5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1702415</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-09-26 09:44:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-26 10:12:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>