PENGARUH POLITIK UANG TERHADAP PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PILKADA 2024 DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH POLITIK UANG TERHADAP PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PILKADA 2024 DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

FADIANA - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Iqbal Ahmady - 199104292019031015 - Dosen Pembimbing I
Effendi Hasan - 197510012009121005 - Penguji
Aminah - 199211142019032015 - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2110103010038

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas llmu Sosial dan Politik (S1)., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

324.9

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan salah satu wujud implementasi demokrasi di Indonesia yang memberi ruang bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin daerah secara langsung. Namun demikian, praktik politik uang masih menjadi fenomena yang mengancam integritas pemilu, termasuk di Kota Banda Aceh. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya Indeks Pembangunan Manusia dan tingkat pendidikan di Banda Aceh yang ternyata belum sepenuhnya mampu menekan praktik politik uang pada Pilkada 2024. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh politik uang terhadap partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2024 di Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan teori politik uang menurut Edward Aspinal dan teori partisipasi politik sebagai landasan konseptual. Metode yang digunakan ialah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei melalui penyebaran kuesioner kepada 322 responden, yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data yang diperoleh dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, regresi linear sederhana, serta uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh politik uang terhadap partisipasi masyarakat, meskipun kontribusinya relatif kecil dengan nilai koefisien determinasi sebesar 35%. Penelitian ini mengindikasikan bahwa politik uang masih memengaruhi perilaku memilih, meskipun sebagian masyarakat mulai menunjukkan kesadaran politik yang lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian, menekankan penguatan pendidikan politik oleh penyelenggara pemilu dan lembaga pengawas, serta dorongan bagi partai politik untuk melaksanakan kampanye yang lebih etis, transparan, dan akuntabel, sehingga kualitas demokrasi di tingkat lokal dapat semakin ditingkatkan.

Kata Kunci: Politik Uang, Partisipasi Politik, Pilkada, Banda Aceh, Demokrasi.

ABSTRACT Regional Head Elections (Pilkada) are one of the manifestations of democratic implementation in Indonesia, providing space for the public to directly elect their regional leaders. However, the practice of money politics remains a phenomenon that threatens the integrity of elections, including in Banda Aceh City. This research is motivated by the high Human Development Index and education level in Banda Aceh, which have not been fully effective in suppressing money politics during the 2024 Pilkada. The objective of this study is to analyze the influence of money politics on community participation in the 2024 Pilkada in Banda Aceh City. This research employs Edward Aspinal’s theory of money politics and the theory of political participation as its conceptual foundation. The research uses a quantitative approach with a survey method through the distribution of questionnaires to 322 respondents selected using the Slovin formula. The collected data were analyzed using validity and reliability tests, simple linear regression, and t-tests. The results indicate that money politics has an influence on community participation, although its contribution is relatively small with a coefficient of determination of 35%. This finding suggests that money politics still affects voting behavior, although part of the community has begun to demonstrate greater political awareness. Based on the results, this study emphasizes the need to strengthen political education by election organizers and supervisory bodies, and encourages political parties to conduct more ethical, transparent, and accountable campaigns so that the quality of democracy at the local level can be further improved. Keywords: Money Politics, Political Participation, Regional Head Elections, Banda Aceh, Democracy.

Citation



    SERVICES DESK