<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1702403">
 <titleInfo>
  <title>PERKEMBANGAN TREND FASHION PAKAIAN REMAJA DI TAKENGON (STUDI PADA REMAJA DESA ASIR-ASIR ASIA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>WIEN ALFIN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh trend  fashion  global terhadap praktik berpakaian syariat Islam di kalangan remaja Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah. Dalam konteks masyarakat yang menerapkan nilai-nilai syariat,  munculnya  trend  fashion  modern  menjadi tantangan  sekaligus  peluang dalam  membentuk  identitas  kultural remaja.  Penelitian ini menggunakan pendekatan   kualitatif    deskriptif    dengan   teknik   pengumpulan   data    melalui observasi, wawancara  mendalam, dan  dokumentasi terhadap remaja serta tokoh masyarakat  setempat.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  remaja  Lut  Tawar tidak sekadar menjadi konsumen pasif trend global, tetapi juga bertindak sebagai agen  budaya  yang  secara  aktif  mengonstruksi  identitas  mereka  melalui pilihan fashion.  Pakaian  syariat  yang sebelumnya dianggap konservatif, kini mengalami modifikasi dalam bentuk “modest fashion” yang memadukan nilai religius dengan estetika  global.  Hal ini menunjukkan adanya proses hibridisasi budaya, di mana nilai-nilai lokal tetap dipertahankan sambil merespons trend global. Dengan demikian, fashion menjadi medium ekspresi sosial yang mencerminkan proses negosiasi antara nilai syariat Islam dan tuntutan ekspresi diri dalam era digital.&#13;
Kata   Kunci:   trend   fashion   remaja,   pakaian   syariat,   globalisasi  budaya, konstruksi identitas.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CULTURE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FASHION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CLOTHING</topic>
 </subject>
 <classification>391</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1702403</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-09-25 13:00:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-25 15:28:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>