Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERAN PELAKU SENI DALAM MELESTARIKAN KESENIAN KUDA LUMPING DI DESA COTGIREK LAMA KECAMATAN COTGIREK KABUPATEN ACEH UTARA
Pengarang
Bella Suraya - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Ismawan - 196808151995121002 - Dosen Pembimbing I
Mukhsin Putra Hafid - 197607022006041001 - Dosen Pembimbing II
Tri Supadmi - 196702161993032002 - Penguji
Rida Safuan Selian - 197610072002121003 - Penguji
Nomor Pokok Mahasiswa
2106102030013
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas FKIP (S1)., 2025
Bahasa
Indonesia
No Classification
793.31
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Bella Suraya. (2025). Peran Pelaku Seni dalam Melestarikan Kesenian Kuda
Lumping di Desa Cotgirek Lama, Kecamatan Cotgirek, Kabupaten Aceh Utara.
Skripsi. Program Studi Seni Drama, Tari, dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Dibawah bimbingan Ismawan, S.Sn., M.A
dan Dr.Sn. Mukhsin Putra Hafid, S.Sn., M.A
Pelestarian seni tradisional seperti kuda lumping menjadi tantangan tersendiri di
tengah perkembangan zaman. Fenomena yang terjadi di lapangan menunjukkan
adanya penurunan minat generasi muda terhadap kesenian tradisional, serta
terbatasnya regenerasi pelaku seni. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji
bagaimana pelaku seni di Desa Cotgirek Lama menjaga kelestarian kesenian kuda
lumping melalui berbagai peran dan tindakan sosial budaya. Jenis penelitian ini
adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari
pelaku seni (penari, pawang, pelatih), tokoh adat, serta generasi muda yang
terlibat dalam kesenian kuda lumping. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa (1) pelaku seni memainkan peran langsung dalam
latihan dan pertunjukan secara rutin; (2) pewarisan budaya dilakukan melalui
pembinaan kepada anak-anak dan remaja; (3) pelaku menunjukkan tindakan sosial
berbasis nilai, afeksi, dan tradisi yang kuat dalam menjaga keberlanjutan
kesenian; serta (4) terdapat kesadaran kolektif di kalangan pelaku seni terhadap
pentingnya menjaga identitas budaya lokal. Pelaku seni di Desa Cotgirek Lama
tidak hanya berfungsi sebagai seniman, tetapi juga sebagai agen pelestari budaya
yang menjalankan tanggung jawab sosial dan spiritual terhadap warisan leluhur.
Kata kunci: Pelestarian, Kesenian Kuda Lumping, Peran Pelaku Seni, Desa
Cotgirek Lama, Tindakan Sosial Budaya.
ABSTRACT Bella Suraya. (2025). The Role of Art Practitioners in Preserving the Kuda Lumping Traditional Art in Cotgirek Lama Village, Cotgirek Subdistrict, North Aceh Regency. Undergraduate Thesis. Drama, Dance, and Music Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Syiah Kuala. Supervised by Ismawan, S.Sn., M.A and Dr.Sn. Mukhsin Putra Hafid, S.Sn., M.A. The preservation of traditional arts such as kuda lumping (horse dance) presents its own challenges amidst the changing times. Field observations reveal a declining interest among the younger generation in traditional arts, along with limited regeneration of art performers. This study aims to examine how art performers in Cotgirek Lama Village sustain the continuity of kuda lumping through various roles and sociocultural actions. This research uses a qualitative method with a case study approach. The subjects of the study consisted of art performers (dancers, shamans, trainers), local cultural figures, and youth involved in kuda lumping. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The findings reveal that (1) art performers play direct roles in regular practice and performances; (2) cultural inheritance is carried out through training for children and adolescents; (3) performers demonstrate social actions driven by values, emotions, and strong traditions in maintaining the sustainability of the art; and (4) there is a collective awareness among performers about the importance of preserving local cultural identity. Art performers in Cotgirek Lama Village do not only function as entertainers, but also serve as cultural preservers who uphold their social and spiritual responsibilities toward ancestral heritage. Keywords: Preservation, Kuda Lumping, Art Performers, Cotgirek Lama Village, Sociocultural Action.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KESENIAN KUDA LUMPING DI KECAMATAN SIMPANG KIRI KOTA SUBULUSSALAM (Mifta Rahmawati, 2023)
EKSISTENSI SENI KUDA LUMPING SANGGAR MEKAR SUKMA JAYA DI DESA BANDUNG JAYA KABUPATEN ACEH TAMIANG (Nurul Ramayani, 2025)
EKSISTENSI TARI KUDA LUMPING PADA MASYARAKAT DIRNKABUPATEN BENER MERIAH (Afriana Arif, 2022)
PERKEMBANGAN SENI PERTUNJUKAN KUDA KEPANG DI SANGGAR SETIA BUDAYA DESA BLANG PAKU KECAMATAN WIH PESAM KABUPATEN BENER MERIAH TAHUN 2012-2018 (Devi Viliani, 2019)
PERAN A.R MOESE DALAM PERKEMBANGAN KESENIAN DI KABUPATEN ACEH TENGAH (JONA ERWENTA, 2016)