<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1702327">
 <titleInfo>
  <title>A COMPARATIVE STUDY OF LISTENING DIFFICULTIES FACED BY MALE AND FEMALE IN THE TOEFL LISTENING TEST (A  QUANTITATIVE STUDY IN SYIAH KUALA UNIVERSITY)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RARA SYLVIA HUMAIRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas FKIP (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemahaman menyimak merupakan komponen krusial dalam tes TOEFL dan sering menjadi tantangan bagi penutur asing karena kompleksitas, keterbatasan waktu, serta tuntutan kognitif yang tinggi. Penelitian ini bertujuan membandingkan kesulitan menyimak yang dialami mahasiswa laki-laki dan perempuan di Universitas Syiah Kuala. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei potong lintang, melibatkan 90 responden (45 laki-laki dan 45 perempuan) yang dipilih melalui simple random sampling. Instrumen berupa kuesioner tertutup diadaptasi dari Dong (2022), mencakup tiga dimensi utama: kesulitan terkait materi, faktor kognitif pendengar, dan kondisi lingkungan fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa perempuan lebih banyak mengalami kesulitan dalam memahami kecepatan bicara, aksen yang beragam, struktur tata bahasa kompleks, serta lebih sensitif terhadap faktor lingkungan seperti kualitas audio dan kenyamanan ruang ujian. Sebaliknya, mahasiswa laki-laki lebih sering mengalami kesulitan pada aspek internal, seperti menjaga konsentrasi, menarik kesimpulan makna, dan mengenali kata yang mirip bunyi. Temuan ini menegaskan adanya perbedaan strategi kognitif berbasis gender, di mana perempuan cenderung menggunakan pemrosesan bottom-up yang detail, sedangkan laki-laki lebih mengandalkan strategi top-down yang global. Penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan strategi pembelajaran TOEFL yang adaptif dan inklusif dengan mempertimbangkan kebutuhan kognitif yang berbeda antar gender.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>EDUCATIONAL TESTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>LISTENING - APPLIED LINGUISTICS</topic>
 </subject>
 <classification>418</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1702327</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-09-22 21:40:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-23 10:55:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>