<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1702299">
 <titleInfo>
  <title>EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SALAM (SYGYGIUM POLYANTHUM) SEBAGAI ANESTESI DALAM TRANSPORTASI SISTEM BASAH BENIH IKAN BANDENG (CHANOS CHANOS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DHEA JULITA SETIAWATI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kelautan dan Perikanan	Budidaya Perairan (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu komoditas perairan payau yang potensial untuk dibudidayakan. Ikan bandeng sangat digemari masyarakat untuk dikonsumsi karena harganya terjangkau, rasanya yang gurih dan kandungan gizinya yang bermanfaat bagi tubuh. Salah satu permasalahan yang dialami pembudidaya benih ikan bandeng adalah stres pada ikan karena penurunan kualias air yang mengakibatkan mortalitas pada saat proses transportasi. Oleh karena itu, diperlukan bahan anestesi yang efektif untuk mengatasi kematian benih ikan bandeng saat proses transportasi. Salah satunya yaitu dengan menggunakan ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum). Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2025 di Laboratorium Pembenihan dan Pembiakan Ikan Fakultas Kelautan dan Perikanan, Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan yaitu perlakuan A (kontrol), perlakuan B (penambahan ekstrak daun salam 1,25 g/L), perlakuan C (penambahan ekstrak daun salam 2,5 g/L), perlakuan D (penambahan ekstrak daun salam 3,75 g/L), dan perlakuan E (penambahan ekstrak daun salam 5 g/L). Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun salam berpengaruh nyata (P</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FISH HATCHERIES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>FISCH CULTURE</topic>
 </subject>
 <classification>639.311</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1702299</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-09-21 18:14:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-22 10:35:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>