<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1702285">
 <titleInfo>
  <title>DARI DESA PETANI MENJADI DESA WISATA:</title>
  <subTitle>DESA NUSA, 2005-2023</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Haikal Ananda</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini membahas pengembangan Desa Nusa, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar, dari desa pertanian menjadi desa wisata pada periode 2005–2023. Desa Nusa awalnya merupakan wilayah pertanian yang terdampak berat oleh bencana tsunami 2004. Namun, melalui upaya kolektif masyarakat pascabencana, terutama inisiatif kelompok perempuan dalam komunitas Nusa Creation Community (NCC), desa ini perlahan bangkit dan mengembangkan konsep desa wisata berbasis masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah, yang mencakup tahapan heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka dari berbagai sumber primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi Desa Nusa diawali dari pengelolaan sampah dan penguatan ekonomi kreatif, kemudian berkembang dengan terbentuknya Lembaga Pariwisata Nusa (LPN) dan pembangunan homestay. Pada tahun 2015, Desa Nusa resmi ditetapkan sebagai desa wisata dan terus mengalami kemajuan hingga meraih penghargaan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2021. Perubahan yang terjadi mencakup aspek ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat. Ekonomi lokal mengalami diversifikasi melalui produk unggulan seperti keripik daun kari dan asam sunti. Budaya lokal pun dilestarikan melalui kegiatan seni, edukasi lingkungan, dan pariwisata berbasis tradisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa partisipasi aktif masyarakat, khususnya peran perempuan dan pemuda, menjadi faktor kunci keberhasilan pembangunan desa berbasis potensi lokal dan prinsip keberlanjutan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>VILLAGES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>HISTORIOGRAPHY</topic>
 </subject>
 <classification>907.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1702285</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-09-19 15:09:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-19 15:34:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>