<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1702243">
 <titleInfo>
  <title>INISIASI EKSPLAN BEBERAPA JENIS BONGGOL PISANG LOKAL SECARA KULTUR JARINGAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAISYAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian	Agroteknologi (S1)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>isang (Musa sp.) merupakan buah yang paling populer dan digemari masyarakat Indonesia pisang termasuk komoditas unggulan yang memiliki keanekaragaman varietas lokal seperti pisang Susu, Tanduk, Kepok, dan Barangan, namun pengembangan pisang masih terkendala oleh keterbatasan ketersediaan bibit unggul yang sehat, seragam dan tersedia dalam jumlah besar. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan teknik perbanyakan melalui kultur jaringan yang mampu menghasilkan bibit dalam jumlah besar, waktu yang relatif singkat, serta bebas dari penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inisiasi eksplan beberapa jenis bonggol pisang lokal secara kultur jaringan. Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala,  Banda Aceh, yang telah dari bulan Desember 2024 hingga Mei 2025. Bahan yang digunakan adalah eksplan bonggol pisang varietas Susu, Tanduk, Kepok, dan Barangan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial dengan empat perlakuan varietas dan masing-masing diulang sepuluh kali dengan parameter yang diamati meliputi persentase eksplan hidup, tingkat kontaminasi, waktu terbuka pelepah, dan warna pelepah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas pisang Kepok memberikan respons pertumbuhan terbaik dengan persentase eksplan hidup mencapai 80% pada minggu keempat setelah inisiasi, disertai warna pelepah yang tetap hijau dan waktu terbuka pelepah lebih cepat 2 minggu dibandingkan varietas lainnya. Sebaliknya, varietas Tanduk, Barangan, dan Susu mengalami penurunan daya hidup eksplan secara signifikan sejak minggu kedua, yang disebabkan oleh tingginya tingkat kontaminasi dan pencoklatan jaringan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BANANAS - HORTICULTURE</topic>
 </subject>
 <classification>634.772</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1702243</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-09-17 20:48:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-18 10:11:54</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>