<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1702209">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENGARUH BOIKOT KONSUMEN DAN VARIABEL MAKROEKONOMI TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG TERAFILIASI DENGAN ISRAEL:</title>
  <subTitle>APAKAH MEDIA SEBAGAI PEMODERATOR?</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Siska Dewi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Study Magister Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana boikot konsumen, BI rate dan kurs memengaruhi harga saham pada perusahaan yang terafiliasi dengan Israel di Indonesia, serta peran media sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan data bulanan periode januari 2019 – desember 2024 dengan jumlah observasi sebanyak 360 observasi, serta keseluruhan data bersumber dari Bank Indonesia dan Investing.com yang dianalisis menggunakan model regresi data panel dan Moderation Regresion Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukan bahwa, boikot dan kurs secara signifikan berpengaruh negatif terhadap harga saham, artinya peningkatan boikot dan kurs akan menurunkan harga saham. Selanjutnya BI Rate secara signifikan berpengaruh positif terhadap harga saham. Media tidak memoderasi hubungan antara boikot dan harga saham. Temuan ini menunjukkan bahwa tekanan sosial melalui aksi boikot dapat mempengaruhi nilai pasar perusahaan dan menjadi salah satu bentuk risiko non-keuangan yang nyata. Kurs yang melemah juga menurunkan kepercayaan investor, sementara kebijakan suku bunga yang kredibel justru meningkatkan persepsi positif pasar. Rekomendasi yang dapat diberikan antara lain, pengelolaan suku bunga yang transparan dan terarah, design kebijakan ekonomi yang holistik dengan mempertimbangkan faktor stabilitas makro, kredibilitas institusi, dan kepercayaan pasar, diversifikasi merek untuk mengurangi dampak dari boikot konsumen dan mengurangi ketergantungan pada waralaba yang memiliki muatan politis, serta bagi masyarakat yang melakukan boikot perlu mengoptimalkan aksi mereka secara kolektif, konsisten, dan berbasis informasi yang akurat agar dampaknya terarah dan efektif.&#13;
&#13;
Kata Kunci:  Harga saham, boikot konsumen, BI rate, kurs, media&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>STOCK PRICES</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>STOCKS</topic>
 </subject>
 <classification>332.632 22</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1702209</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-09-17 09:02:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-17 10:24:26</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>