<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1702203">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH MAKROEKONOMI TERHADAP UTANG LUAR NEGERI DI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIZKY BAIHAQY HURAIYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi dan Bisnis</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel makroekonomi (nilai tukar, cadangan devisa, inflasi, dan suku bunga) terhadap utang luar negeri di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data kuartalan dari tahun 2004 hingga 2024, yang diperoleh dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik. Metode yang digunakan adalah Vector Error Correction Model (VECM) untuk menganalisis pengaruh hubungan jangka pendek dan jangka panjang antar variabel nilai tukar, cadangan devisa, inflasi, dan suku bunga terhadap utang lua negeri. Dalam jangka pendek, inflasi berpengaruh negatif terhadap utang luar negeri, sedangkan cadangan devisa berpengaruh positif terhadap utang luar negeri. Sementara nilai tukar dan suku bunga tidak memiliki pengaruh terhadap utang luar negeri dalam jangka pendek. Selanjutnya dalam jangka panjang, nilai tukar, cadangan devisa, dan suku bunga berpengaruh positif sementara inflasi berpengaruh negatif terhadap utang luar negeri. Dalam jangka pendek, pemerintah perlu mengendalikan inflasi untuk menjaga ruang fiskal dan menekan kebutuhan pembiayaan eksternal. Peningkatan cadangan devisa perlu dioptimalkan sebagai penopang ekonomi dengan sumber berkelanjutan agar tidak bergantung pada utang. Meski nilai tukar dan suku bunga tidak berpengaruh dalam jangka pendek, penguatan ekonomi diperlukan untuk mengurangi risiko fluktuasi. Dalam jangka panjang, pengelolaan utang perlu mempertimbangkan kebijakan moneter, cadangan devisa, dan stabilisasi kurs secara menyeluruh.&#13;
Kata kunci: Utang luar negeri, nilai tukar, cadangan devisa, inflasi, suku bunga, (VECM).&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DEBT MANAGEMENT (PUBLIC) -  MACROECONOMIC POLICY</topic>
 </subject>
 <classification>339.523</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1702203</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-09-16 16:18:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-17 10:41:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>