KESANTUNAN BERBAHASA PADA DEBAT KANDIDAT CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI ACEH BARAT TAHUN 2024 DI SALURAN YOUTUBE KOMPAS TV | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KESANTUNAN BERBAHASA PADA DEBAT KANDIDAT CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI ACEH BARAT TAHUN 2024 DI SALURAN YOUTUBE KOMPAS TV


Pengarang

SISKA DWI MEIDAR - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Teuku Alamsyah - 196606061992031005 - Dosen Pembimbing I
Muhammad Idham - 197610072006041002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2106102010094

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) / PDDIKTI : 88201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

808.5

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Siska Dwi Meidar. (2025). Kesantunan Berbahada pada Debat Kandidat Calon
Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Tahun 2024 di Saluran Youtube Kompas TV.
[Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Di bawah bimbingan Dr. Drs. Teuku Alamsyah,
M.Pd. dan Muhammad Idham, S.Pd., M.Ed.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud pematuhan dan pelanggaran
kesantunan berbahasa dalam debat kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh
Barat tahun 2024 yang ditayangkan di saluran Youtube Kompas TV. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif dengan teknik
pengumpulan data berupa teknik observasi dan dokumentasi. Sumber data dalam
penelitian ini adalah video debat yang diunggah di kanal Youtube Kompas TV.
Adapun data dalam penelitian ini berupa tuturan para kandidat selama
berlangsungnya debat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data,
interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini
adalah teori prinsip kesantunan berbahasa oleh Geoffrey Leech yang mencakup
enam maksim: maksim kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati,
kesepakatan, dan simpati. Penelitian ini membahas dua aspek utama dalam
kesantunan berbahasa, yaitu pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan dalam
debat kandidat calon bupati dan wakil bupati tahun 2024. Dari 75 tuturan yang
dianalisis, mayoritas merupakan bentuk pematuhan terhadap prinsip kesantunan,
dengan jenis tuturan yang paling banyak muncul adalah yang menunjukkan
kebijaksanaan, diikuti oleh tuturan yang mencerminkan simpati, kerendahan hati,
kedermawanan, pujian, dan kesepakatan. Sementara itu, pelanggaran terhadap
prinsip kesantunan juga ditemukan, terutama pada aspek kebijaksanaan, diikuti oleh
pelanggaran dalam bentuk kurangnya kedermawanan, pujian, kerendahan hati, dan
kesepakatan. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar peserta
debat berusaha menjaga kesantunan dalam berbahasa, pelanggaran tetap terjadi,
terutama dalam hal penyampaian pendapat yang kurang mempertimbangkan
kebijaksanaan berbahasa.
Kata kunci: kesantunan berbahasa, tuturan, pematuhan, pelanggaran, debat.

ABSTRACT Siska Dwi Meidar. (2025). The Deaness of the Debate of Candidates for the Regent and Deputy Regent of West Aceh in 2024 on the Kompas TV Youtube Channel. [Thesis. Syiah Kuala University]. Under the guidance of Dr. Teuku Alamsyah, M.Pd. and Muhammad Idham, S.Pd., M.Ed. This research aims to describe the form of compliance and violation of language decency in the debate of candidates for the Regent and Deputy Regent of West Aceh in 2024 which was broadcast on the Kompas TV Youtube channel. This research uses a qualitative approach and a type of descriptive research with data collection techniques in the form of observation and documentation techniques. The data source in this research is a debate video uploaded on the Kompas TV Youtube channel. The data in this study is in the form of the candidates' speech during the debate. Data analysis is carried out through the stages of data reduction, interpretation, and drawing conclusions. The theory used in this study is the theory of the principle of language politeness by Geoffrey Leech which includes six maxims: wisdom, generosity, praise, humility, agreement, and sympathy. This research discusses two main aspects of language decency, namely the compliance and violation of the principle of decency in the debate of candidates for regents and deputy regents in 2024. From the 75 speeches analysed, the majority are a form of compliance with the principle of politeness, with the type of speech that appears the most is the one that shows wisdom, followed by speech that reflects sympathy, humility, generosity, praise, and agreement. Meanwhile, violations of the principle of decence are also found, especially in the aspect of discretion, followed by violations in the form of a lack of generosity, praise, humility, and agreement. This finding shows that although most of the debate participants try to maintain politeness in language, violations still occur, especially in terms of expressing opinions that do not consider language discretion. Keywords: language decency, speech, compliance, violation, debate.

Citation



    SERVICES DESK