<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1702083">
 <titleInfo>
  <title>UPAYA MAHASISWA DALAM MENGHINDARI KONTEN LGBT MELALUI PLATFORM MEDIA SOSIAL (SUATU STUDI PADA MAHASISWA SOSIAL HUMANIORA FKIP USK).</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>POCUT SILVASYA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas KIP</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Konten LGBT merupakan bentuk media dan representasi mengenai identitas gender yang tergolong dalam kategori Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender. Di era digital, konten seperti ini banyak ditemukan di platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan X (Twitter). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Untuk mengetahui platform mana yang paling dominan dalam menawarkan konten LGBT di media sosial (2) Upaya mahasiswa FKIP Sosial Humaniora Universitas Syiah Kuala dalam menghindari konten LGBT di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian berjumlah delapan mahasiswa terdiri dari program studi PPKn, Ekonomi, Sejarah, dan Geografi. Hasil penelitian menunjukkan (1) TikTok menjadi platform yang paling dominan dalam upaya menghindari konten LGBT karena dianggap memiliki fitur dan algoritma yang paling responsif terhadap preferensi pengguna. (2) Upaya untuk menghindari konten LGBT ialah skip konten, tidak menonton hingga selesai, refresh halaman, menekan opsi &quot;tidak tertarik&quot; atau &quot;jangan tampilkan konten ini&quot;, hingga memblokir akun penyebar konten. Kesimpulannya (1) TikTok sebagai platform media sosial yang paling efektif untuk menghindari konten LGBT. TikTok dinilai unggul karena menyediakan fitur “tidak tertarik”, pelaporan konten, dan algoritma yang responsif terhadap preferensi pengguna. (2) Mahasiswa FKIP USK menunjukkan upaya preservatif dalam menyaring konten media sosial sesuai dengan nilai yang dianut. Saran untuk penelitian (1) Penggunaan media sosial terkait konten LGBT  disarankan agar Platform lebih aktif dalam menyediakan fitur untuk menyaring konten (2) Upaya berkelanjutan dari mahasiswa dalam meningkatkan literasi media dan kontrol digital secara efektif untuk menghindari konten LGBT di platform media sosial (3) Peneliti selanjutnya disarankan untuk melibatkan lebih banyak responden dari berbagai latar belakang ilmu pengetahuan dan juga meneliti lebih banyak jenis platform media sosial.&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci : Upaya, Konten LGBT, Media Sosial&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CHARACTER EDUCATION</topic>
 </subject>
 <classification>370.114</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>1702083</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-09-12 14:29:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-12 15:09:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>