MAKNA KAIN TUJUH LAPIS PADA PROSESI BERINAI DI GAMPONG LAPANG KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN ACEH BARAT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

MAKNA KAIN TUJUH LAPIS PADA PROSESI BERINAI DI GAMPONG LAPANG KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN ACEH BARAT


Pengarang

Aiza Misti Raiqan - Personal Name;

Dosen Pembimbing

ahmad sya'i - - - Dosen Pembimbing I
Tengku Hartati - 197108122006042001 - Dosen Pembimbing II
Rida Safuan Selian - 197610072002121003 - Penguji
Ilham Septian - - - Penguji



Nomor Pokok Mahasiswa

2106102030027

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1)., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

390

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Aiza Misti Raiqan, (2025). Makna Kain Tujuh Lapis Pada Proses Malam Berinai Di Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Di bawah Bimbingan Tengku Hartati, S.Pd., M.Pd dan Dr. Ahmad Sya’I, S.Pd., M.Sn.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna kain tujuh lapis pada prosesi berinai di Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara denotatif, kain tujuh lapis berfungsi sebagai alas pelindung batu penggiling daun pacar agar proses penghalusan berjalan bersih, aman, dan rapi. Secara konotatif, kain tujuh lapis memiliki makna simbolis yang mendalam, antara lain simbol keberkahan, kesucian pengantin perempuan, kesinambungan tujuh turunan, dan status sosial keluarga (keturunan raja atau bukan). Pemakaian kain tujuh lapis mencerminkan nilai ketaatan pada adat istiadat, penghormatan pada leluhur, serta penguatan identitas budaya di tengah pengaruh modernisasi. Dengan demikian, kain tujuh lapis tidak hanya sekadar peralatan upacara, melainkan tanda budaya yang kaya akan makna spiritual dan sosial.
Kata kunci: Kain, Lapis, Proses, Berinai, Makna. 

ABSTRACT Aiza Misti Raiqan, (2025). The Meaning of Seven Layers of Cloth in the Malam Berinai Process in Gampong Lapang, Johan Pahlawan District, West Aceh. [Thesis. Syiah Kuala University]. Under the Guidance of Tengku Hartati, S.Pd., M.Pd and Ahmad Sya’I, S.Pd., M.Sn. This study aims to describe the meaning of the seven-layered cloth in the berinai procession in Gampong Lapang, Johan Pahlawan District, West Aceh. A qualitative descriptive approach was used, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The results indicate that denotatively, the seven-layered cloth serves as a protective base for the henna grinding stone, ensuring a clean, safe, and orderly grinding process. Connotatively, the seven-layered cloth has profound symbolic meanings, including blessings, the bride's purity, the continuity of seven generations, and the family's social status (whether royal or not). The use of the seven-layered cloth reflects adherence to customs, respect for ancestors, and the strengthening of cultural identity amidst the influence of modernization. Thus, the seven-layered cloth is not merely a ceremonial item, but rather a cultural symbol rich in spiritual and social significance. Keywords: Layers,Process, Berinai, Meaning.

Citation



    SERVICES DESK