<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="170021">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN PUSAT TERAPI MENTAL DI ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Faza Satia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam kualitas hidup manusia, namun sering &#13;
kali masih kurang mendapatkan perhatian serius, khususnya di Aceh Besar. Minimnya &#13;
fasilitas khusus yang dapat mendukung proses pemulihan dan terapi bagi individu dengan &#13;
gangguan mental menyebabkan perlunya perancangan pusat terapi yang representatif, &#13;
nyaman, serta sesuai dengan kebutuhan psikologis penggunanya. Penelitian ini merancang &#13;
sebuah Pusat Terapi Mental di Aceh Besar dengan menggunakan tema arsitektur biophilic, &#13;
yaitu pendekatan desain yang berupaya menghadirkan keterhubungan manusia dengan alam &#13;
ke dalam lingkungan binaan. Metode perancangan dilakukan melalui studi literatur, analisis &#13;
tapak, studi banding objek sejenis, serta pendekatan kebutuhan ruang dan perilaku &#13;
pengguna. Penerapan arsitektur biophilic dalam rancangan diwujudkan melalui tiga &#13;
pendekatan utama menurut Kellert, yaitu direct experience of nature, indirect experience of &#13;
nature, serta experience of space and place.  &#13;
Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan elemen alami, penggunaan material yang &#13;
ramah lingkungan, penciptaan hubungan ruang dalam dan luar, serta penguatan sense of &#13;
place mampu memberikan suasana yang menenangkan, mendukung proses terapi, dan &#13;
meningkatkan kualitas pengalaman ruang bagi pasien maupun pengunjung. Dengan &#13;
demikian, pusat terapi mental ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pemulihan, tetapi &#13;
juga sebagai wadah rekreatif dan edukatif yang dapat mengurangi stigma terhadap kesehatan &#13;
mental di masyarakat Aceh Besar. &#13;
Kata Kunci: Pusat Terap</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>HEALTH CARE FACILITIES  - ARCHITECTURE</topic>
 </subject>
 <classification>725.51</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>170021</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-09-01 11:20:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-01 16:00:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>