<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169961">
 <titleInfo>
  <title>OPTIMASI METODE BLANSIR UNTUK MENGHAMBAT PENCOKLATAN PADA PASTA BAWANG MERAH (ALLIUM ASCALONICUM L. VAR. TAJUK)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CHAIRANI FADHILLAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura penting di Indonesia, termasuk di Provinsi Aceh. Keterbatasan daya simpan bawang merah segar mendorong perlunya diversifikasi produk olahan, salah satunya dalam bentuk pasta bawang merah. Tantangan utama dalam pengolahan pasta adalah terjadinya pencoklatan akibat aktivitas enzim yang dapat menurunkan mutu visual dan nilai nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode blansir (rebus dan kukus) serta variasi waktu blansir (2, 3, dan 4 menit) terhadap mutu fisikokimia pasta bawang merah varietas Tajuk. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2 × 3 dengan tiga ulangan sehingga diperoleh 18 kombinasi perlakuan. Proses pengolahan meliputi blansir, penghalusan, penambahan garam dan asam sitrat, pengemasan, serta pasteurisasi. Parameter yang diamati meliputi kadar air, pH, total padatan terlarut (TPT), vitamin C, total asam, dan warna (L*, a*, b*). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode dan waktu blansir serta interaksi keduanya berpengaruh sangat nyata (P≤0,01) terhadap kadar air, TPT, dan vitamin C. Perlakuan blansir kukus 2 menit (B2W1) menghasilkan mutu terbaik dengan kadar air terendah (66,72%), TPT tertinggi (12,40 °Brix), dan vitamin C tertinggi (5,71 mg/100 g). Nilai L* dan b* dipengaruhi nyata (P0,05).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>SHALLOTS - GARDEN CROP</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>PASTA - COMMERCIAL PROCESSING</topic>
 </subject>
 <classification>635.26</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169961</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-29 14:19:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-24 15:24:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>