<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169939">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DI DAS KRUENG KEUREUTO KABUPATEN ACEH UTARA DAN BENER MERIAH MENGGUNAKAN METODE PENGINDERAAN JAUH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>T. NAUFAL MUZHAFFAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Hutan merupakan ekosistem penting yang berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mendukung kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Namun, saat ini hutan sedang mengalami tekanan alih fungsi lahan untuk pertanian, perkebunan, urbanisasi, dan eksploitasi sumber daya alam telah menyebabkan perubahan tutupan lahan yang signifikan. Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Keureuto di Kabupaten Aceh Utara dan Bener Meriah memiliki luas 106.630,45 ha. Berkurangnya tutupan vegetasi meningkatkan risiko kekeringan, menurunkan produktivitas pertanian, dan berdampak pada ketahanan pangan serta pendapatan petani. Kondisi ini memicu degradasi lingkungan serta bencana banjir dan longsor, seperti di Desa Ceubrek Pirak, Kecamatan Matangkuli dan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, yang kerap terdampak luapan Sub-DAS Krueng Keureuto. Banjir besar terakhir terjadi pada 2023 dan mengakibatkan lebih dari 8.500 kepala keluarga mengungsi. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tutupan lahan di Daerah Aliran Sungai Krueng Keureuto Kabupaten Aceh Utara dan Bener Meriah, tahun 2014 dan 2024 dan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan di DAS Krueng Keureuto Kabupaten Aceh Utara dan Bener Meriah, tahun 2014 dan 2024. Sampel penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu dengan mengutamakan area yang mudah diakses. Titik koordinat diambil dengan aplikasi Avenza maps, ditentukan berdasarkan hasil analisis citra satelit tahun terakhir 2024, dengan minimal tiga titik per jenis tutupan lahan sebagai representasi. Pemilihan titik mempertimbangkan aksesibilitas lokasi, sehingga hanya wilayah yang dapat dijangkau yang dijadikan lokasi pengambilan data, dengan itu 100 titik sampel diambil dan tersebar di seluruh kawasan DAS Krueng Keureuto.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kawasan DAS Krueng Keureuto tahun 2014 memiliki 11 kelas tutupan lahan. Jenis-jenis ini meliputi hutan lahan kering primer, hutan lahan kering sekunder, semak belukar, semak belukar rawa, perkebunan, permukiman, lahan terbuka, pertanian lahan kering, pertanian lahan kering campur, sawah dan tubuh air. Sedangkan tutupan lahan tahun 2024 memiliki 10 kelas tutupan lahan. Jenis-jenis ini meliputi hutan lahan kering primer, hutan lahan kering sekunder, semak belukar, perkebunan, permukiman, lahan terbuka, pertanian lahan kering, pertanian lahan kering campur, sawah dan tubuh air. Perubahan tutupan lahan yang berubah pada tahun 2014 terdapat semak belukar rawa sedangkan pada tahun 2024 tidak terdapatnya kelas tutupan lahan semak belukar rawa yang luasnya sudah tersebar atau terbagi di setiap kelas tutupan lahan tahun 2024. Dalam 11 tahun (2014 – 2024), seluruh kelas tutupan lahan di DAS Krueng Keureuto mengalami perubahan. Hutan lahan kering primer bertambah 1.072,04 ha, sedangkan hutan lahan kering sekunder berkurang 3.966,45 ha. Lahan terbuka menyusut 1.026,42 ha. Perkebunan meningkat 1.107,28 ha dan permukiman melonjak 7.088,12 ha. Pertanian lahan kering turun 5.357,42 ha, pertanian lahan kering campur berkurang 1.663,98 ha, dan sawah menyusut 86,06 ha, kemungkinan akibat program cetak sawah baru atau konversi lahan. Semak belukar turun drastis 3.409,75 ha, diduga dialihfungsikan menjadi permukiman, perkebunan, serta lahan kering campur semak.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>LAND SURVEYS - TECHNOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>526.9</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169939</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-29 11:27:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-29 15:38:33</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>