INVENTARISASI HASIL HUTAN BUKAN KAYU YANG DIMANFAATKAN OLEH MASYARAKAT (STUDI KASUS: KAMPUNG MELOAK AIH ILANG DAN MARPUNGE, KECAMATAN PUTRI BETUNG, KABUPATEN GAYO LUES) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

INVENTARISASI HASIL HUTAN BUKAN KAYU YANG DIMANFAATKAN OLEH MASYARAKAT (STUDI KASUS: KAMPUNG MELOAK AIH ILANG DAN MARPUNGE, KECAMATAN PUTRI BETUNG, KABUPATEN GAYO LUES)


Pengarang

Irna Wati - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Abubakar - 196210101988111001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

1905150020010

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Kehutanan (Gayo Lues) (S1) / PDDIKTI : 54254

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

634.98

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

RINGKASAN
Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) merupakan benda-benda hayati, non hayati dan turunannya serta jasa yang berasal dari hutan. Hasil hutan tidak hanya berasal dari kayu, tetapi hutan juga menghasilkan aneka ragam benda hayati lainnya berupa hasil hutan bukan kayu antara lain bambu, rotan, buah-buahan, rumput-rumputan, jamur-jamuran, tumbuhan obat, getah-getahan, madu, satwa liar, satwa elok, serta sumber plasma nuftah. Tumbuhan HHBK sering dimanfaatkan oleh manusia. Bentuk pemanfaatan tumbuhan oleh manusia sangat beragam, tumbuhan dapat dijadikan sebagai sumber makanan, obat, bahan kosmetik, pewarna alami, pestisida, bahan bangunan, dan sebagainya. Penelitian ini dilakukan karena status Kecamatan Putri Betung berada di dalam KEL. TNGL berada di dalam KEL, luas KELyang berada di Gayo Lues tercatat sebesar 870.000 ha dan 230.000 ha diantaranya adalah TNGL. KEL juga mencakup Desa Meloak Aih Ilang, Meloak Sepakat, Singgah Mule, Pungke Jaya, Ramung Musara.
Objek penelitian ini adalah masyarakat Kampung Meloak Aih Ilang dan Marpunge, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues. Metode yang dilakukan menggunalkan kuisioner dengan memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden yang berada di Data dikumpulkan terdiri altas dua kelompok data, yalitu: data primer merupakan data yang diperoleh dari jawaban atas pertanyaan dari penelitian ini. Data primer meliputi jenis tumbuhan apa saja yang masuk dalam HHBK yang dimanfaatkan oleh masyarakat Kampung Meloak aih Ilang dan Marpunge dan bagaimana cara masyarakat tersebut memanfaatkan HHBK di sekitarnya. Data ini didapatkan berdasarkan hasil observasi langsung di lapangan. Data sekunder merupakan data yang diperlukan sebagai penunjang dari data primer yang mendukung penelitian ini. Data sekunder meliputi informasi pada lokasi penelitian, seperti data jumlah penelitian, seperti data jumlah penduduk setempat, data instansi dan studi literatur yang menunjang penelitian.
HHBK nabati yang dimanfaatkan oleh masyarakat Kampung Meloak Aih Ilang dan Marpunge terdapat 14 jenis yaitu: Rotan, aren, madu, karet, bambu, kecombrang, durian, kemiri, pinang, jengkol, petai, kakao, rambutan, alpukat. Selain HHBK nabati, masyarakat Meloak Aih Ilang dan Marpunge juga memanfaatkan HHBK hewani sebagai penghasil ekonomi yaitu: Rusa, kijang, kancil, burung dan ikan sungai. Nilai ekonomi yang didapat pada Kampung Meloak Aih Ilang dan Marpunge yang paling besar yaitu terdapat pada tanaman durian dan aren hal ini disebabkan jumlah yang didapat pada setiap panen dikategorikan lebih besar serta nilai jual pada pasar juga lebih tinggi sehingga masyarakat banyak mengelola tanaman sebagai penghasil ekonomi. Selain HHBK nabati masyarakat juga memanfaatkan HHBK Hewani yang paling besar nilai ekonominya yaitu pada ikan sungai. Hal ini disebabkan mudahnya dalam pemanenan juga dikatakan lebih menguntungkan karena dengan sekali panen masyarakat dapat lebih banyak mendapatkan hasilnya serta penjualan juga lebih mudah dilakukan.

ABSTRACT Non-Timber Forest Products (NTFPs) are biological, non-biological and derivative objects and services derived from forests. Forest products do not only come from wood, but forests also produce a variety of other biological objects in the form of non-timber forest products including bamboo, rattan, fruits, grasses, mushrooms, medicinal plants, gums, honey, wildlife, beautiful animals, and sources of nuftah plasma. NTFP plants are often utilized by humans. The form of plant utilization by humans is very diverse, plants can be used as a source of food, medicine, cosmetic ingredients, natural dyes, pesticides, building materials, and so on. This research was conducted because the status of Putri Betung District is in KEL. GLNP is within KEL, the area of KEL in Gayo Lues is recorded at 870,000 ha and 230,000 ha of which is GLNP. KEL also includes the villages of Meloak Aih Ilang, Meloak Sepakat, Singgah Mule, Pungke Jaya, Ramung Musara. The object of this research is the community of Meloak Aih Ilang and Marpunge Villages, Putri Betung District, Gayo Lues Regency. The method used used a questionnaire by giving a set of questions or written statements to respondents who were in The data collected consisted of two groups of data, namely: primary data is data obtained from answers to questions from this study. Primary data includes what types of plants are included in the NTFPs utilized by the people of Meloak aih Ilang and Marpunge villages and how the community utilizes NTFPs in the vicinity. This data is obtained based on direct observation in the field. Secondary data is data needed to support primary data that supports this research. Secondary data includes information on research locations, such as data on the number of studies, such as data on the local population, agency data and literature studies that support research. Vegetable NTFPs utilized by the people of Meloak Aih Ilang and Marpunge Villages are 14 types, namely: Rattan, palm, honey, rubber, bamboo, kecombrang, durian, candlenut, areca nut, jengkol, petai, cocoa, rambutan, avocado. In addition to vegetable NTFPs, the Meloak Aih Ilang and Marpunge communities also utilize animal NTFPs as economic producers, namely: Deer, deer, deer, birds and river fish. The greatest economic value obtained in Meloak Aih Ilang and Marpunge Villages is found in durian and aren palm plants, this is because the amount obtained in each harvest is categorized as greater and the selling value on the market is also higher so that many people manage plants as economic producers. In addition to vegetable NTFPs, the community also utilizes animal NTFPs with the greatest economic value, namely river fish. This is due to the ease of harvesting is also said to be more profitable because with one harvest the community can get more results and sales are also easier to do.

Citation



    SERVICES DESK