<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169911">
 <titleInfo>
  <title>INVENTARISASI HASIL HUTAN BUKAN KAYU  YANG DIMANFAATKAN OLEH MASYARAKAT  (STUDI KASUS:</title>
  <subTitle>KAMPUNG MELOAK AIH ILANG DAN MARPUNGE,  KECAMATAN PUTRI BETUNG, KABUPATEN GAYO LUES)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Irna Wati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>RINGKASAN &#13;
Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) merupakan benda-benda hayati, non hayati dan turunannya serta jasa yang berasal dari hutan. Hasil hutan tidak hanya berasal dari kayu, tetapi hutan juga menghasilkan aneka ragam benda hayati lainnya berupa hasil hutan bukan kayu antara lain bambu, rotan, buah-buahan, rumput-rumputan, jamur-jamuran, tumbuhan obat, getah-getahan, madu, satwa liar, satwa elok, serta sumber plasma nuftah.  Tumbuhan HHBK sering dimanfaatkan oleh manusia. Bentuk pemanfaatan tumbuhan oleh manusia sangat beragam, tumbuhan dapat dijadikan sebagai sumber makanan, obat, bahan kosmetik, pewarna alami, pestisida, bahan bangunan, dan sebagainya. Penelitian ini dilakukan karena status Kecamatan Putri Betung berada di dalam  KEL. TNGL berada di dalam KEL, luas KELyang berada di Gayo Lues tercatat sebesar 870.000 ha dan  230.000 ha diantaranya adalah TNGL. KEL juga  mencakup Desa Meloak Aih Ilang, Meloak Sepakat, Singgah Mule, Pungke Jaya, Ramung Musara. &#13;
Objek penelitian ini adalah masyarakat Kampung Meloak Aih Ilang dan Marpunge, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues. Metode yang dilakukan menggunalkan kuisioner dengan memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden yang berada di Data dikumpulkan terdiri altas dua kelompok data, yalitu: data primer merupakan data yang diperoleh dari jawaban atas pertanyaan dari penelitian ini. Data primer meliputi jenis tumbuhan apa saja yang masuk dalam HHBK yang dimanfaatkan oleh masyarakat Kampung Meloak aih Ilang dan Marpunge dan bagaimana cara masyarakat tersebut memanfaatkan HHBK di sekitarnya. Data ini didapatkan berdasarkan hasil observasi langsung di lapangan. Data sekunder merupakan data yang diperlukan sebagai penunjang dari data primer yang mendukung penelitian ini. Data sekunder meliputi informasi pada lokasi penelitian, seperti data jumlah penelitian, seperti data jumlah penduduk setempat, data instansi dan studi literatur yang menunjang penelitian. &#13;
HHBK nabati yang dimanfaatkan oleh masyarakat Kampung Meloak Aih Ilang dan Marpunge terdapat 14 jenis yaitu: Rotan, aren, madu, karet, bambu, kecombrang, durian, kemiri, pinang, jengkol, petai, kakao, rambutan, alpukat. Selain HHBK nabati, masyarakat Meloak Aih Ilang dan Marpunge juga memanfaatkan HHBK hewani sebagai penghasil ekonomi yaitu: Rusa, kijang, kancil, burung dan ikan sungai. Nilai ekonomi yang didapat pada Kampung Meloak Aih Ilang dan Marpunge yang paling besar yaitu terdapat pada tanaman durian dan aren hal ini disebabkan jumlah yang didapat pada setiap panen dikategorikan lebih besar serta nilai jual pada pasar juga lebih tinggi sehingga masyarakat banyak mengelola tanaman sebagai penghasil ekonomi. Selain HHBK nabati masyarakat juga memanfaatkan HHBK Hewani yang paling besar nilai ekonominya yaitu pada ikan sungai. Hal ini disebabkan mudahnya dalam pemanenan juga dikatakan lebih menguntungkan karena dengan sekali panen masyarakat dapat lebih banyak mendapatkan hasilnya serta penjualan juga lebih mudah dilakukan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FOREST PRODUCTS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BIODIVERSITY</topic>
 </subject>
 <classification>634.98</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169911</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-28 18:48:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-29 09:09:25</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>