<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169883">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI AMFIBI DIURNAL DI STASIUN PENELITIAN SUAQ BELIMBING KABUPATEN ACEH SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUTIA ZIKRIYAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati amfibi yang tinggi, termasuk keanekaragaman amfibi. Amfibi merupakan salah satu bentuk keanekaragaman hayati dari kelompok fauna di Indonesia yang berkontribusi pada ekosistem di habitat perairan, daratan, dan arboreal. Secara ekologis, amfibi sensitif terhadap perubahan lingkungan termasuk suhu, perubahan tutupan lahan, dan kelembapan, sehingga dapat berfungsi sebagai  bio-indikator untuk mendeteksi kerusakan lingkungan.  Salah satu kawasan yang memiliki potensi keanekaragaman tersebut adalah Stasiun Penelitian Suaq Belimbing di Taman Nasional Gunung Leuser. Namun, data terkait amfibi diurnal di kawasan ini masih sangat terbatas sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasikan spesies amfibi diurnal, mendeskripsikan habitatnya, dan mengetahui status konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan spesies amfibi yang terdapat di Stasiun Penelitian Suaq Belimbing, Kabupaten Aceh Selatan.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan maret 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Visual Encounter Survey (VES) yang di kombinasikan dengan metode jelajah di jalur transek yang telah ditentukan pada waktu siang hari, mulai pukul 07.00 s.d 18.00 WIB. Identifikasi spesies amfibi dilakukan dengan mengunakan data pendukung yang diperoleh di lapangan, meliputi dokumentasi foto atau gambar spesies amfibi. Pengukuran parameter biofisik dalam penelitian ini yaitu, mengukur suhu, kelembapan, dan intesitas cahaya. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel untuk memudahkan pemahaman.&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 13 spesies amfibi yang berhasil teridentifikasi dan tersebar di tiga tipe habitat berbeda, yaitu pinggir sungai (riparian), rawa, dan hutan terestrial kering. Spesies yang ditemukan antara lain, Occidozyga lima, Occidozyga sumatrana, Limnonectes macrodon, Limnonectes laticeps, Limnonectes blythii, Limnonectes microdiscus yang termasuk dalam famili Dicroglossidae, kemudian spesies Microhyla berdmorei adalah famili Microhylidae, dan Odorrana hosii, Hylarana chalconota, Hylarana erythraea, Hylarana nicobariensis, Hylarana gladulosa, Sumaterana crassiovis termasuk dalam famili Ranidae. Distribusi habitat spesies menunjukkan bahwa habitat pinggir sungai (riparian) merupakan area dengan kekayaan spesies tertinggi (8 spesies). Sebaliknya, habitat rawa menjadi tempat hidup bagi lima spesies amfibi yang umumnya memiliki kemampuan khusus untuk bertahan di lingkungan dengan air tergenang dan tanah yang lembek. Habitat terestrial kering, meskipun dihuni oleh spesies yang lebih sedikit (2 spesies), tetap memainkan peranan ekologi yang signifikan. Berdasarkan hasil yang diperoleh, famili Dicroglossidae yang paling dominan (6 spesies). &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>BIODIVERSITY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>AMPHIBIANS - CONSERVATION TECHNOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>639.977 8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169883</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-28 15:07:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-29 10:08:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>