Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PEMANTAUAN KEANEKARAGAMAN MAMALIA MENGGUNAKAN SMART PATROL DI WILAYAH SPTN IV BADAR TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER, ACEH TENGGARA
Pengarang
YOKO FERDINAL SILAEN - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Abubakar - 196210101988111001 - Dosen Pembimbing I
Anna Farida - 199203152023212044 - Dosen Pembimbing II
Nomor Pokok Mahasiswa
2105110010015
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Kehutanan (S1) / PDDIKTI : 54251
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2025
Bahasa
Indonesia
No Classification
639.9
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Keanekaragaman hayati merupakan aset penting yang mencerminkan kestabilan
ekosistem suatu wilayah, khususnya mamalia yang berperan sebagai indikator kesehatan
lingkungan. Pemantauan keanekaragaman mamalia menjadi langkah strategis dalam upaya
konservasi, terutama di kawasan konservasi seperti Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL)
yang dikenal sebagai habitat berbagai spesies langka dan dilindungi. Pendekatan berbasis
teknologi seperti SMART Patrol memungkinkan pengumpulan data satwa liar dan ancaman
secara sistematis, sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam
pengelolaan kawasan konservasi.
Penelitian ini bertujuan untuk memantau keanekaragaman mamalia di wilayah SPTN
IV Badar, Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), Aceh Tenggara, dengan menggunakan
metode SMART Patrol (Spatial Monitoring and Reporting Tool). SMART Patrol merupakan
sistem berbasis teknologi yang digunakan untuk mengumpulkan data satwa liar dan aktivitas
ilegal secara sistematis dalam kegiatan konservasi.
Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan melakukan patroli secara
langsung di lapangan. Data yang dikumpulkan di lapangan adalah temuan mamalia, temuan
tanda mamalia dan temuan aktivitas ilegal di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser
(TNGL) Wilayah SPTN IV Badar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga
Maret 2025 di jalur-jalur patroli SPTN IV Badar. Data yang dikumpulkan meliputi temuan
langsung, tidak langsung, dan mamalia mati, serta aktivitas ilegal.
Hasil identifikasi menemukan sebanyak 22 spesies mamalia dari 15 famili, seperti
Orangutan Sumatera (Pongo abelii), Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), Gajah
Sumatera (Elephas maximus sumatranus), dan Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis).
Analisis data menggunakan indeks Shannon-Wiener, indeks kemerataan, dan indeks
kekayaan jenis Margalef menunjukkan tingkat keanekaragaman, kemerataan, dan kekayaan
spesies yang bervariasi. Selain itu, ditemukan berbagai bentuk ancaman aktivitas ilegal,
seperti perburuan dan perambahan hutan.
Hasil analisis terhadap 22 jenis mamalia dari 15 famili di wilayah SPTN IV Badar
menunjukkan nilai indeks keanekaragaman berdasarkan Shannon-Wiener (H') adalah
sebesar 2,25 (kategori sedang), indeks kemerataan (E) sebesar 0,73 (tinggi), dan indeks
kekayaan Margalef (Dmg) sebesar 2,84 (rendah). Hasil SMART Patrol, tercatat 51 aktivitas
ilegal di wilayah SPTN IV Badar, terdiri dari penggunaan kawasan (53%), pembalakan liar
(45%), dan perburuan satwa liar (2%).
Penelitian ini menyimpulkan bahwa kawasan SPTN IV Badar memiliki potensi
keanekaragaman mamalia yang tinggi, namun menghadapi berbagai ancaman antropogenik.
Hasil ini diharapkan menjadi acuan untuk pengelolaan dan perlindungan keanekaragaman
hayati secara berkelanjutan di TNGL.
Biodiversity is a vital asset that reflects the stability of a region's ecosystem, particularly mammals, which serve as indicators of environmental health. Monitoring mammal diversity is a strategic step in conservation efforts, particularly in conservation areas like Gunung Leuser National Park (TNGL), known as the habitat of numerous endangered and protected species. Technology-based approaches such as SMART Patrol enable the systematic collection of wildlife and threat data, thereby supporting more informed decision-making in conservation area management. This study aims to monitor mammal diversity in the SPTN IV Badar area, Gunung Leuser National Park (TNGL), Southeast Aceh, using the SMART Patrol (Spatial Monitoring and Reporting Tool) method. SMART Patrol is a technology-based system used to systematically collect data on wildlife and illegal activities in conservation activities. This study used an observational method by conducting direct patrols in the field. Field data collected included mammal sightings, mammal signs, and illegal activities in the Gunung Leuser National Park (TNGL) area of SPTN IV Badar. The research was conducted from February to March 2025 along patrol routes within SPTN IV Badar. Data collected included direct, indirect, and dead mammal sightings, as well as illegal activities. The identification results identified 22 mammal species from 15 families, including the Sumatran Orangutan (Pongo abelii), Sumatran Tiger (Panthera tigris sumatrae), Sumatran Elephant (Elephas maximus sumatranus), and Sumatran Rhinoceros (Dicerorhinus sumatrensis). Data analysis using the Shannon-Wiener index, evenness index, and Margalef species richness index revealed varying levels of species diversity, evenness, and richness. Furthermore, various threats from illegal activities, such as poaching and forest encroachment, were identified. Analysis of 22 mammal species from 15 families in the SPTN IV Badar area showed a Shannon-Wiener diversity index (H') of 2.25 (moderate), an evenness index (E) of 0.73 (high), and a Margalef richness index (Dmg) of 2.84 (low). SMART Patrol results recorded 51 illegal activities in the SPTN IV Badar area, including land use (53%), illegal logging (45%), and wildlife hunting (2%). This study concluded that the SPTN IV Badar area has high mammal diversity potential but faces various anthropogenic threats. These results are expected to serve as a reference for sustainable management and protection of biodiversity in TNGL.
KEBERADAAN HARIMAU SUMATERA (PANTHERA TIGRIS SUMATRAE, POCOCK) DI KAWASAN EKOSISTEM LEUSER, ACEH TENGGARA (Muhammad Raihan, 2024)
KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN PAKU TERESTRIAL DI STASIUN PENELITIAN KETAMBE, TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER, ACEH TENGGARA (GHINA AIDINA ZUHRA, 2023)
ETNOBOTANI JENIS TUMBUHAN BERACUN PADA MASYARAKAT DI SEKITAR TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER (TNGL) KECAMATAN KETAMBE KABUPATEN ACEH TENGGARA (Widiya Putri, 2025)
KEWENANGAN PEMERINTAH ACEH DALAM PENGELOLAAN TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER (TNGL) DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2006 TENTANG PEMERINTAHAN ACEH (Hanif Firjatullah, 2022)
KAJIAN PENGAMANAN HABITAT ORANGUTAN SUMATERA BERBASIS SMART PATROL OLEH RESOR RUNDENG DI KAWASAN KONSERVASI SUAKA MARGASATWA RAWA SINGKIL (RADIANA SOFYAN, 2020)