ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DI KECAMATAN SUKA MAKMUE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA DI KECAMATAN SUKA MAKMUE


Pengarang

Tiara Vinika Lestari - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Hairul Basri - 196702101991021001 - Dosen Pembimbing I
Anna Farida - 199203152023212044 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2105110010007

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Kehutanan (S1) / PDDIKTI : 54251

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

631.47

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perubahan tutupan lahan merupakan fenomena penting yang mencerminkan dinamika pemanfaatan sumber daya alam dan tekanan pembangunan. Kecamatan Suka Makmue, sebagai wilayah strategis di Kabupaten Nagan Raya, mengalami perubahan signifikan dalam komposisi tutupan lahannya selama satu dekade terakhir, yang ditandai dengan peralihan fungsi dari pertanian lahan kering campur semak menjadi lahan perkebunan dan permukiman. Fenomena ini dipengaruhi oleh faktor sosial-ekonomi, kebijakan, dan kondisi lingkungan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan tutupan lahan tahun 2014, 2019, dan 2024 serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dengan pemanfaatan citra tutupan lahan dari instansi BPKHTL Wilayah 18 Banda Aceh dan ground check pada 53 titik yang ditentukan secara purposive. Data dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui perangkat lunak ArcGIS 10.8, serta pengumpulan data primer melalui kuesioner dan wawancara menggunakan teknik snowball sampling terhadap 17 responden. Data dianalisis dengan skala Likert untuk mengukur persepsi responden terhadap faktor penyebab perubahan lahan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan besar pada komposisi tutupan lahan. Pada tahun 2014, jenis lahan dominan adalah pertanian lahan kering campur semak (68,85%). Namun pada tahun 2019 dan 2024, tutupan lahan didominasi oleh perkebunan dengan luasan masing-masing 61,49% dan 64,00%. Luas sawah juga mengalami peningkatan menjadi 1.101,80 ha (18,96%) di tahun 2024. Perubahan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain: meningkatnya permintaan ekonomi terhadap komoditas sawit, aksesibilitas infrastruktur, pertumbuhan penduduk, serta kebijakan daerah yang mendorong ekspansi lahan produktif. Perubahan ini memberikan dampak terhadap kondisi ekologi dan sosial masyarakat, termasuk hilangnya vegetasi alami, penurunan biodiversitas, serta pergeseran struktur ekonomi lokal.
Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa perubahan tutupan lahan di Kecamatan Suka Makmue didominasi oleh alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan. Faktor utama penyebab perubahan tersebut meliputi aspek ekonomi, sosial, kebijakan tata ruang, dan pembangunan infrastruktur. Diperlukan pengelolaan lahan yang berkelanjutan berbasis data spasial serta partisipasi masyarakat agar perubahan tutupan lahan dapat dikendalikan dan tetap mendukung keseimbangan ekologi serta kesejahteraan masyarakat setempat.

Land cover change is a significant phenomenon reflecting the dynamics of natural resource utilization and development pressures. Suka Makmue District, a strategic area in Nagan Raya Regency, has experienced significant changes in its land cover composition over the past decade, marked by a shift from dryland agriculture and shrubland to plantations and residential areas. This phenomenon is influenced by socioeconomic factors, policies, and local environmental conditions. This study aims to analyze land cover change in 2014, 2019, and 2024 and identify the influencing factors. The methods used in this study include quantitative and qualitative approaches, utilizing land cover imagery from the BPKHTL Region 18 Banda Aceh agency and conducting ground surveys at 53 purposively determined locations. Data were analyzed using Geographic Information Systems (GIS) with ArcGIS 10.8 software, and primary data were collected through questionnaires and interviews using a snowball sampling technique with 17 respondents. Data were analyzed using a Likert scale to measure respondents' perceptions of the factors causing land cover change. The research results indicate significant changes in land cover composition. In 2014, the dominant land type was dryland agriculture mixed with shrubs (68.85%). However, in 2019 and 2024, land cover was dominated by plantations, accounting for 61.49% and 64.00%, respectively. Rice paddy fields also increased to 1,101.80 ha (18.96%) in 2024. This change was influenced by various factors, including increasing economic demand for palm oil commodities, infrastructure accessibility, population growth, and regional policies encouraging the expansion of productive land. These changes impact the ecological and social conditions of the community, including the loss of natural vegetation, decreased biodiversity, and shifts in the local economic structure. The conclusion of this study states that land cover change in Suka Makmue District is dominated by the conversion of agricultural land to plantations. The main factors causing this change include economic and social aspects, spatial planning policies, and infrastructure development. Sustainable land management based on spatial data and community participation is needed so that changes in land cover can be controlled and continue to support ecological balance and the welfare of local communities.

Citation



    SERVICES DESK