<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169853">
 <titleInfo>
  <title>INTERAKSI SOSIAL PADA INDUK DAN ANAK ORANGUTAN SUMATERA (PONGO ABELII, LESSON 1827) DI STASIUN PENELITIAN SIKUNDUR TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SADATUL ZUHNUN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Karya Kerja Ilmiah</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Orangutan sumatera (Pongo abelii, Lesson 1827) merupakan satwa endemik pulau Sumatera yang sudah terancam punah, saat ini hampir semua orangutan sumatera hanya ditemukan di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Orangutan memiliki gaya hidup arboreal, dan lebih banyak beraktivitas pada siang hari dengan berayun dari satu pohon ke pohon lainnya. Induk dan anak orangutan memiliki hubungan yang sangat penting dalam kehidupan mamalia. Induk orangutan juga memiliki peran penting dalam mengajarkan tentang keterampilan dan pengetahuan pada orangutan yang belum mandiri. Resiko kematian pada anak orangutan dapat meningkat dengan tidak adanya peran induk orangutan dan pengasuhannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis interaksi sosial yang dilakukan oleh individu induk dan anak orangutan sumatera dan untuk menganalisis pola pengasuhan induk orangutan sumatera terhadap anaknya.&#13;
	Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan dan analisis yang telah dilakukan untuk mengetahui persentase, frekuensi dan cara induk mengasuh anaknya. Persentase interaksi sosial pada induk dan anak orangutan sumatera dapat dilihat pada Tabel 1, dengan persentase yang paling dominan adalah menggendong (38,8%) dan yang paling minim adalah grooming dan bermain (2,8%). Frekuensi interaksi sosial tertinggi adalah menggendong (97 menit), hal ini disebabkan anak orangutan belum mandiri dan masih bergantung pada induknya. Cara induk orangutan mengasuh anaknya adalah dengan tidak berperan sebagai guru aktif dalam mengajarkan anaknya, akan tetapi induk orangutan akan berperilaku sebagai panutan pasif, di manaanaknya yang akan mempelajari apa yang dilakukan oleh induknya guna mempersiapkan kemandirian. Perilaku induk orangutan dalam mengasuh anaknya yang teramati adalah mengajarkan cara mengonsumsi berbagai jenis makanan, membangun sarang dan berpayung ketika hujan.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ORANGUTAN</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ANIMALS - CONSERVATION TECHNOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>599.883</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169853</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-28 13:02:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-03 16:28:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>