<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169833">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KERAPATAN TEGAKAN PINUS (PINUS MERKUSII JUNGH. ET DE VRIESE) TERHADAP KERENTANAN KEBAKARAN HUTAN:</title>
  <subTitle>STUDI KASUS DI TAHURA POCUT MEURAH INTAN</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ayu Melda Maghfira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tahura Pocut Meurah Intan merupakan kawasan konservasi yang didominasi oleh tegakan Pinus merkusii dan memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap kebakaran hutan, terutama pada musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerapatan tegakan pinus, frekuensi kebakaran, serta mengkaji hubungan antara kerapatan tegakan dan tingkat kerentanan kebakaran hutan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui pengamatan langsung di lapangan menggunakan 20 plot ukuran 20 × 20 meter. Data kerapatan diperoleh dari inventarisasi vegetasi, sementara data kebakaran dikumpulkan dari BPBD Aceh Besar. Analisis menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan perangkat lunak SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan tegakan pinus bervariasi antara 150–725 individu per hektar, dan frekuensi kebakaran tertinggi terjadi pada area dengan kerapatan rendah. Uji statistik menunjukkan adanya pengaruh negatif yang signifikan antara kerapatan dan frekuensi kebakaran (signifikansi 0,021), yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi kerapatan tegakan, semakin rendah kerentanan terhadap kebakaran. Aktivitas pembukaan lahan oleh masyarakat menjadi faktor utama penyebab kebakaran. Penelitian ini menyarankan perlunya pengelolaan kerapatan tegakan melalui penjarangan selektif serta peningkatan edukasi dan pengawasan terhadap masyarakat sekitar sebagai upaya mitigasi kebakaran.&#13;
&#13;
Kata kunci: Pinus merkusii, kerapatan tegakan, kebakaran hutan, Tahura Pocut Meurah Intan, regresi linier.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>FOREST FIRES - FORESTRY</topic>
 </subject>
 <classification>634.961 8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169833</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-28 11:17:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-19 16:16:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>