EVALUASI KEBERHASILAN REHABILITASI MANGROVE DI KABUPATEN LANGKAT PROVINSI SUMATERA UTARA (STUDI KASUS : KTH MANGROVE BINA PESISIR CINTA DAMAI) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EVALUASI KEBERHASILAN REHABILITASI MANGROVE DI KABUPATEN LANGKAT PROVINSI SUMATERA UTARA (STUDI KASUS : KTH MANGROVE BINA PESISIR CINTA DAMAI)


Pengarang

GRACE FIDELSIA BR MARBUN - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Ir. Dahlan - 197610062006041003 - Dosen Pembimbing I
Ida Rosita - 198904282022032008 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2105110010031

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Kehutanan (S1) / PDDIKTI : 54251

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

583.763

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Hutan mangrove merupakan sekumpulan tumbuhan yang hidup di sepanjang sungai, muara sungai, atau rawa yang keberadaanya dipengaruhi pasang surutnya air laut. Tanaman yang berada di dalam ekosistem hutan mangrove saling berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya yaitu bersifat biotik dan abiotik. Keberadaan hutan mangrove semakin terancam oleh karena ulah manusia, tanpa memperdulikan dampak yang terjadi pada ekosistem mangrove. Rehabilitasi mangrove merupakan upaya untuk memperbaiki mangrove yang sebelumnya ada, namun rusak akibat gangguan alami maupun manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan rehabilitasi mangrove pada penanaman mangrove tahun 2022 yang dilakukan dengan dua jarak tanam yang berbeda dalam Kawasan KTH Mangrove Bina Pesisir Cinta Damai di Desa Pangkalan Batu, Kecamatan Berandan Barat, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan pada kawasan rehabilitasi. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yaitu menempatkan titik plot sample awal secara acak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis mangrove yang ditanam pada tahun 2022 adalah Rhizopora mucronata. Presentase tumbuh mangrove terhadap kedua jarak tanam yang berbeda, terdapat di jarak tanam 1m x 3m dengan lokasi penelitian 4 Ha memiliki presentase tumbuh 80,6% sehingga dapat dinyatakan berhasil, sedangkan pada jarak tanam 3m x 3m dengan lokasi penelitian 28 Ha memiliki presentase tumbuh 54,9% sehingga dinyatakan kurang berhasil. Faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan ialah suhu, salinitas, dan pasang surut. Suhu dalam penelitian ini memiliki rata-rata 28 ℃, dengan tingkat rata-rata yang normal. Salinitas dalam penelitian ini memiliki perbedaan di kedua jarak tanam yang berbeda, di jarak tanam 1m x 3m memiliki salinitas yang normal dalam pertumbuhan ialah 10 ppt, sedangkan di jarak tanam 3m x 3m memiliki 49 ppt dan terpengaruh oleh pasang surut air laut.

Mangrove forests are a group of plants that live along rivers, river estuaries, or swamps whose existence is influenced by the ebb and flow of sea water. Plants in the mangrove forest ecosystem interact with the surrounding environment, namely biotic and abiotic in nature. The existence of mangrove forests is increasingly threatened by human activities, regardless of the impact on the mangrove ecosystem. Mangrove rehabilitation is an effort to repair mangroves that previously existed, but were damaged due to natural and human disturbances. This research aims to evaluate the success of mangrove rehabilitation in mangrove planting in 2022 which was carried out with two different planting distances in the Bina Pesisir Cinta Damai Mangrove KTH Area in Pangkalan Batu Village, West Berandan District, Langkat Regency, North Sumatra Province and to identify environmental factors in the rehabilitation area. The sampling method used was purposive sampling, namely placing the initial sample plot points randomly. The research results show that the type of mangrove planted in 2022 is Rhizopora mucronata. The percentage of mangrove growth at the two different planting distances, at a planting distance of 1m x 3m with a research location of 4 Ha had a growth percentage of 80.6% so it could be declared successful, while at a planting distance of 3m x 3m with a research location of 28 Ha had a growth percentage of 54.9% so it was declared less successful. Environmental factors that influence growth are temperature, salinity and tides. The temperature in this study had an average of 28 ℃, with a normal average level. The salinity in this study was different at the two different planting distances, at the 1m x 3m planting distance the normal salinity for growth was 10 ppt, while at the 3m x 3m planting distance it had 49 ppt and was affected by sea tides.

Citation



    SERVICES DESK