<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169815">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS RESPON ORANGUTAN SUMATERA TERHADAP SIMULASI ANCAMAN DI STASIUN PENELITIAN KETAMBE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FERNANDO RAMANDHA RAHMAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Orangutan sumatera (Pongo abelii) merupakan primata arboreal berstatus sangat terancam punah akibat kerusakan habitat dan konflik dengan manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis respon orangutan sumatera terhadap simulasi ancaman predator (suara harimau) dan aktivitas manusia (suara gergaji mesin) di Stasiun Penelitian Ketambe, Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh. Penelitian dilaksanakan Januari–Maret 2025 dengan metode eksperimen lapangan melalui pemutaran suara (playback audio) pada individu orangutan dari berbagai kelas umur dan jenis kelamin. Hasil menunjukkan respon terhadap suara harimau didominasi perilaku aktif seperti menjauh, mengamati arah suara, dan melempar benda, terutama pada individu dewasa dengan anak. Sebaliknya, suara gergaji mesin lebih sering direspons secara pasif, diduga akibat habituasi terhadap aktivitas manusia. Faktor usia juga berpengaruh, dimana individu dewasa lebih responsif dibandingkan remaja dan anak-anak yang cenderung pasif. Temuan ini menegaskan pentingnya pengalaman dan pembelajaran sosial dalam membentuk perilaku antipredasi orangutan. Hasil penelitian relevan untuk mendukung konservasi, khususnya dalam rehabilitasi dan pelepasliaran.&#13;
&#13;
Kata kunci: orangutan sumatera, perilaku, ancaman predator, aktivitas manusia, konservasi</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ORANGUTAN</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>ANIMALS - CONSERVATION TECHNOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>639.9</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169815</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-28 10:10:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-28 10:39:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>