<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169773">
 <titleInfo>
  <title>AKTIVITAS CUKA AREN (ARENGA PINNATA) TERHADAP PERTUMBUHAN CANDIDA ALBICANS SECARA IN VITRO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RISYA PUTRIMAYA BERAMPU</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Kedokteran Hewan</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Candida albicans adalah flora normal pada saluran pencernaan, urogenital, dan kulit hewan, namun dapat menjadi patogen penyebab kandidiasis. Terapi antijamur yang digunakan dapat menimbulkan resistensi dan efek samping, sehingga diperlukan alternatif alami, seperti cuka aren (Arenga pinnata). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas cuka aren dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans secara in vitro. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratoris yang menggunakan metode Kirby-bauer. Perlakuan dilakukan sebanyak 6 perlakuan dengan 3 kali pengulangan, membedakan konsentrasi cuka aren (Arenga pinnata) pada 2,5%, 5%, 7,5% dan 10%. Kontrol positif yang digunakan adalah itraconazole, sedangkan kontrol negatif menggunakan aquades. Hasil penelitian menunjukkan adanya zona hambat. Rata – rata diameter zona hambat yang diamati menunjukkan bahwa itraconazole menghasilkan zona hambat sebesar 14,7 mm. Pada konsentrasi cuka 2,5%, 5% dan 7,5% tidak ditemukan zona hambat, sedangkan pada konsentrasi 10% terbentuk zona hambat dengan rata-rata diameter 3,6 mm. Sementara itu, aquades yang digunakan sebagai kontrol negatif tidak menunjukkan adanya zona hambat. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa cuka aren memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan Candida albicans yang ditunjukkkan oleh terbentuknya zona hambat yang terbentuk. &#13;
Kata kunci: Asam asetat, Candida albicans dan Cuka Aren</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CANDIDIASIS - INCIDENCE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>COMMUNICABLE DISEASES - ANIMALS - VETERINARY MEDICINE</topic>
 </subject>
 <classification>636.089 69</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169773</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-27 11:51:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-24 15:43:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>