<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169737">
 <titleInfo>
  <title>POTENSI PRODUKSI BIOETANOL MELALUI FERMENTASI DAGING BUAH KAKAO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAHMAD AGUS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kebutuhan energi global masih didominasi oleh bahan bakar fosil yang&#13;
menyebabkan kelangkaan dan ketidakstabilan harga. Untuk mengatasi hal ini, Indonesia&#13;
menargetkan peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif, termasuk Bioetanol. Bioetanol&#13;
ramah lingkungan karena mampu mengurangi emisi gas rumah kaca, dan dapat diproduksi&#13;
dari bahan berbasis pati gula, atau serat selulase. Salah satu limbah pertanian yang berpotensi&#13;
menjadi bahan baku Bioetanol adalah daging buah kakao, khususnya bagian pulpnya yang&#13;
kaya gula dan mendukung fermentasi. Indonesia sebagai salah satu produsen kakao terbesar&#13;
dunia memiliki ketersediaan pulp kakao yang melimpah, namun belum dimanfaatkan secara&#13;
optimal. Pemanfaatan limbah ini untuk Bioetanol tidak hanya mendukung ketahanan energi,&#13;
tetapi juga mengurangi pencemaran lingkungan tanpa mengganggu pasokan pangan. Tujuan&#13;
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi produksi Bioetanol dari daging buah&#13;
kakao.&#13;
Penelitian ini menggunakan pulp dan bbiji kakao yang diperoleh dari Kapubaten&#13;
Mandailing Natal, Sumatera Utara sebagai bahan baku fermentasi. Fermentasi dilakukan&#13;
selama 48 jam dengan sistem batch menggunakan 4 perlakuan; tanpa enzim (P0), Enzim&#13;
amilase (P1), enzim selulase(P2), dan kombinasi enzim amilase dengan enzim selulase (P3).&#13;
Masinng-masinng perlakuan menggunakan 700 gram daging buah kakao, 2 gram substrat&#13;
berupa ragi S. Cerevisiae, dan enzim amilase sebanyak 1 gram pada P1, enzim selulase&#13;
sebanyak 1 gram pada P2 , dan 0,5 gram enzim amilase dan 0,5 gram selulase pada P3.&#13;
Fermentasi dilakukan di wadah steril tertutup pada suhu ruang. Sampel diambil secara&#13;
berkala pada waktu 0 jam, 2, 4, 8, 12, 24, 30, 36, dan 48 jam untuk dianalisis kadar Bioetanol&#13;
menggunakan refractometer alcohol dan pH menggunakan pH meter digital.&#13;
Hasil penelitian ini menunnjukkan bahwa semua perlakuan mengalami penurunan&#13;
pH, yang mengindikasikan meningkatnya keasaman akibat terbentuknya asam organik&#13;
selama proses fermentasi. Penurunan pH yang paling signifikan terjadi pada perlakuan P3,&#13;
yang merupakan kombinasi enzim amilase dan selulase dengan pH akhir mencapai 3,4.&#13;
Disamping itu kadar gula juga menunjukkan penurunan seiring berjalannya waktu&#13;
fermentasi pada semua perlakuan. Penurunan paling signifikan terjadi pada P3, yang&#13;
menunjukkan bahwa konversi gula menjadi bioetanol paling efisien dengan menggunakan&#13;
kombinasi enzim amilase da selulase. Sebaliknya, perlakuan yang tidak menggunakan enzim&#13;
menunjukkan penurunan kadar gula dan produksi Bioetanol terendah. Dalam hal produksi&#13;
Bioetanol, kadar tertinggi juga terlihat pada perlakuan P3 yakni sebesar 61,92% pada jam&#13;
ke-48. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi kedua enzim mempercepat pemecahan&#13;
senyawa kompleks menjadi gula sederhana, yang kemudian diubah menjadi Bioetanol oleh&#13;
mikroorganisme.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COCOA</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>BIOMASSA ENERGY - FUEL TECHNOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>AGRICULTURAL WASTES - SANITARY ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>628.746</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169737</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-26 15:43:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-01 15:29:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>