ANALISIS PERSEDIAN SUKU CADANG BERBASIS MEAN TIME TO FAILURE PADA SISTEM INVENTORI PROBABILISTIK UNTUK KOMPONEN AMINE SYSTEM PRE-FILTER | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS PERSEDIAN SUKU CADANG BERBASIS MEAN TIME TO FAILURE PADA SISTEM INVENTORI PROBABILISTIK UNTUK KOMPONEN AMINE SYSTEM PRE-FILTER


Pengarang

Hudaya Thariq - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1104106010046

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Industri (S1) / PDDIKTI : 26201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2015

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Inventori suku cadang merupakan salah satu komponen yang sangat krusial dalam
industri yang sangat bergantung pada aset. Seperti pada PT. ABC, sebuah
perusahaan pengolahan gas yang bekerja di bawah asuhan Pertamina Hulu Energi.
Jumlah persediaan suku cadang pada perusahaan ini berada pada level yang sangat
tinggi untuk mendapatkan ketersediaan suku cadang yang menjamin kelangsungan
proses produksi. Dengan menggunakan metode sistem inventori probabilistik
model Q dan P, peneliti melakukan perhitungan untuk menetapkan strategi
inventori suku cadang pada pre-filter Amine Regeneration System, yaitu sebuah
sistem yang digunakan untuk meregenerasi cairan Amine agar dapat digunakan
kembali. Kegagalan filter ini terjadi secara sporadik dan probabilistik, pada jumlah
kegagalan yang sangat tinggi dan termasuk kategori Early Failure sehingga strategi
persediaan suku cadang untuk komponen ini harus tepat. Jumlah permintaan suku
cadang filter ini diambil dengan melakukan pendekatan berbasis Mean Time to
Failure (MTTF) agar data permintaan yang digunakan dalam perhitungan
mendekati kondisi sebenarnya. Penggunaan model Q dan P dilakukan karena pola
kegagalan komponen filter Amine yang acak dan sangat berisiko terjadi
kekurangan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kegagalan komponen filter
terjadi setiap 43 jam sekali, sehingga jumlah permintaan suku cadang per tahun
adalah sebesar 416 unit. Menggunakan model Q, jumlah cadangan pengaman yang
dibutuhkan adalah sebesar 62 unit dengan jumlah minimal inventori sebesar 133
unit pada ongkos total sebesar Rp. 114,429,973 dan tingkat pelayanan sebesar
99.3%. Menggunakan model P, ongkos total sebesar Rp. 112,840,430 dan tingkat
pelayanan sebesar 99.81%. Dengan membandingkan kebijakan yang berlaku pada
kedua model tersebut, model Q dipilih sebagai model yang paling tepat untuk
digunakan pada strategi persediaan suku cadang Amine Regeneration System PreFilter.



Kata

Kunci: Mean Time to Failure (MTTF), Kegagalan, Inventori, Titik
Pemesanan Kembali, Persediaan, Cadangan Pengaman, Tingkat Pelayanan,
Ketersediaan, Ongkos Inventori.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK