<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169687">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS INTEGRASI TEKNOLOGI DAN LEAN SIX SIGMA UNTUK OPTIMALISASI OPERASIONAL RUMAH SAKIT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Yenni Oktaviza</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi dan Bisnis (S3)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Dissertation</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini menganalisis aspek pelayanan di rumah sakit, dengan focus pada permasalahan utama seperti Waktu Tunggu yang Tinggi, Ketidaksesuaian Jadwal Dokter, Kurangnya Staff BPJS, Kurangnya Alat Pemeriksaan, Kurangnya Informasi Pelayanan, dan Keterbatasan Stok Obat. Metode Lean Six Sigma diterapkan melalui Value Stream Mapping (VSM) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengoptimalkan operasional, meningkatkan efisiensi, kualitas pelayanan, dan kepuasan pasien. Penelitian ini mengidentifikasi bottleneck dan ketidakefisienan di  Poliklinik Umum dan IGD melalui VSM, serta mengevaluasi peran digitalisasi dalam mengatasi keterlambatan pelayanan. Studi kasus digunakan dengan pendekatan kualitatif untuk menggali faktor-faktor yang berkontribusi terhadap masalah pelayanan. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan 8 responden utama, termasuk Direktur, Dokter Spesialis, Kepala Perawat, dan pasien, serta observasi terhadap 100 pasien rawat jalan.Analisis VSM mengungkapkan tiga bottleneck utama di Poliklinik Umum, yaitu Menunggu Pemeriksaan Dokter, Pemeriksaan Dokter, dan Pengambilan Obat di Apotek. Sedangkan di IGD, wasting time terbesar terjadi pada Penunjang (Laboratorium dan Radiologi) serta Pengambilan Obat. FMEA menunjukkan bahwa kegagalan Penginputan Resep di SIMRS memiliki Risk Priority Number (RPN) tertinggi (125), masuk dalam kategori risiko ekstrem yang membutuhkan perhatian segera. Masalah lainnya meliputi kegagalan resep masuk ke farmasi serta kesalahan penerimaan obat racikan dan obat jadi untuk pasien dengan antrian yang sama. Rekomendasi VSM meliputi integrasi JKN dan WhatsApp ke SIMRS, penambahan tenaga dokter spesialis, reschedule shift, serta insentif untuk tenaga medis. Sementara itu, rekomendasi FMEA mencakup pelatihan intensif penginputan resep, optimalisasi SIMRS untuk konektivitas data, serta system penandaan otomatis guna mencegah kegagalan distribusi obat bagi pasien dengan antrean yang sama. Kata Kunci: Value Stream Mapping (VSM), Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Lean Six Sigma, Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), Risk Priority Number (RPN), Wasting Time dan Value Added Time.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CONSUMER SATISFACTION - MARKETING RESEARCH</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CUSTOMER SERVICES - MARKETING MANAGEMENT</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>INFORMATION TECHNOLOGY - COMPUTER SCIENCE</topic>
 </subject>
 <classification>658.812</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169687</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-25 22:53:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-09-25 11:14:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>