ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM KELUARGA KAWIN CAMPUR DI KECAMATAN WIH PESAM KABUPATEN BENER MERIAH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM KELUARGA KAWIN CAMPUR DI KECAMATAN WIH PESAM KABUPATEN BENER MERIAH


Pengarang

Novita Ramadhani - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Mohd. Harun - 196603051993031003 - Dosen Pembimbing I
Razali - 196112211987031002 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2106102010065

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) / PDDIKTI : 88201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas KIP., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

401.4

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Ramadhani, Novita (2025), Alih Kode dan Campur Kode dalam Keluarga Kawin Campur di Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah. [Skripsi. Universitas Syiah Kuala]. Di bawah bimbingan Prof. Dr. Mohd. Harun, M.Pd., dan Prof. Dr. Drs. Razali, M.Pd.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis alih kode dan campur kode yang terjadi dalam keluarga kawin campur di Kecamatan Wih Pesam Kabupaten Bener Meriah, serta mendeskripsikan faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena sosiolinguistik yang terjadi pada keluarga multibahasa. Peralihan dan pencampuran bahasa menjadi bagian dari strategi komunikasi yang mencerminkan identitas sosial dan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap sepuluh keluarga kawin campur yang terdiri atas enam keluarga Gayo-Jawa, dua keluarga Aceh-Gayo, dan dua keluarga Aceh-Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode terjadi antara bahasa Gayo, Jawa, Aceh, dan bahasa Indonesia. Alih kode situasional ditemukan sebanyak 8 kasus, umumnya terjadi dalam situasi santai dan muncul saat penutur menyesuaikan bahasa dengan latar belakang bahasa lawan bicara. Alih kode situasional dalam penelitian ini paling banyak muncul ketika orang tua berbicara dengan anak atau ketika berkumpul dengan keluarga besar yang berbeda suku. Alih kode metaforis sebanyak 2 kasus digunakan untuk menyampaikan sindiran halus dan menciptakan humor, khususnya dalam percakapan santai di keluarga. Campur kode yang ditemukan meliputi campur kode internal sebanyak 15 kasus, yang terjadi ketika penutur menggunakan beberapa kata atau ungkapan dari bahasa Gayo, Jawa, atau Aceh dalam kalimat berbahasa Indonesia dalam situasi santai di rumah dan ketika berkumpul dengan keluarga besar. Campur kode eksternal ditemukan sebanyak 2 kasus, yang muncul ketika penutur menggunakan kosakata bahasa Inggris saat membicarakan topik tertentu. Campur kode eksternal dalam penelitian ini terjadi ketika penutur sedang membahas topik yang berkaitan dengan teknologi atau istilah yang familiar digunakan di internet, dalam percakapan berbahasa Indonesia maupun bahasa daerah. Faktor penyebab alih kode meliputi faktor penutur, mitra tutur dan kehadiran pihak ketiga. Sementara itu, campur kode dipengaruhi oleh faktor identifikasi peran, identifikasi ragam dan keinginan untuk menjelaskan.
Kata kunci: Alih Kode, Campur Kode, Keluarga Kawin Campur, Sosiolinguistik

Ramadhani, Novita (2025), Code-switching and code-mixing in intermarried families in Wih Pesam District, Bener Meriah Regency. [Thesis. Syiah Kuala University]. Under the guidance of Prof. Dr. Mohd. Harun, M.Pd., and Prof. Dr. Drs. Razali, M.Pd. This study aims to describe the types of code-switching and code-mixing that occur in mixed-marriage families in Wih Pesam District, Bener Meriah Regency, and describe the factors behind it. The background of this research is based on the sociolinguistic phenomenon that occurs in multilingual families. Language switching and mixing are part of a communication strategy that reflects social and cultural identity. This research uses a qualitative approach with descriptive type. The data collection techniques were observation, interview, and documentation of ten mixed-marriage families consisting of six Gayo-Jawa families, two Aceh-Gayo families, and two Aceh-Jawa families. The results showed that code-switching occurred between Gayo, Javanese, Acehnese, and Indonesian languages. Situational code-switching was found in 8 cases, generally occurring in casual situations and appearing when speakers adjust the language to the interlocutor's language background. Situational code-switching in this study mostly occurs when parents talk to their children or when gathering with extended families of different ethnicities. Metaphorical code switching in 2 cases was used to convey subtle insinuations and create humor, especially in casual family conversations. The code mixes found included 15 cases of internal code mix, which occurred when speakers used some words or expressions from Gayo, Javanese, or Acehnese in Indonesian sentences in casual situations at home and when gathering with extended family. External code-mixing was found in 2 cases, which occurred when speakers used English vocabulary when talking about certain topics. External code-switching in this study occurred when speakers were discussing topics related to technology or familiar terms used on the internet, in Indonesian and local language conversations. Factors causing code switching include speaker factors, speech partners and the presence of a third party. Meanwhile, code-mixing is influenced by the factors of role identification, variety identification and the desire to explain. Keywords: Code Switch, Code Mix, Intermarried Family, Sociolinguistics

Citation



    SERVICES DESK