<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169605">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KEMISKINAN DAN PDRB TERHADAP STUNTING DI INDONESIA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Fathur Rizqi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi dan Bisnis</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemiskinan dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap prevalensi stunting di Indonesia dengan menggunakan data panel dari 33 provinsi selama periode 2018–2022. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan dan PDRB memiliki pengaruh positif signifikan terhadap stunting, mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi belum tentu berdampak langsung pada penurunan stunting tanpa disertai kebijakan yang tepat. Selain itu, hasil analisis intersep menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam efektivitas penanganan stunting antar provinsi. Provinsi dengan nilai intersep tinggi seperti Nusa Tenggara Timur, DI Yogyakarta, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, dan Papua Barat menunjukkan efektivitas penanganan stunting yang baik, meskipun memiliki keterbatasan ekonomi, berkat dukungan kelembagaan yang kuat dan intervensi pemerintah pusat. Sebaliknya, provinsi seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Riau, Sumatera Utara, dan Jawa Tengah memiliki efektivitas rendah meskipun secara ekonomi lebih maju, disebabkan oleh faktor seperti tingginya beban penduduk, ketimpangan layanan, dan lemahnya koordinasi lintas sektor. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan yang lebih kontekstual dan terarah dalam penanganan stunting, serta menjadi referensi penting bagi pemerintah dalam menyusun strategi percepatan penurunan stunting di tingkat nasional maupun daerah. &#13;
Kata Kunci: Stunting, Kemiskinan, Dan PDRB.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ECONOMIC GROWTH</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>MALNUTRITION - HUMANS - SOCIAL SERVICES</topic>
 </subject>
 <classification>338.9</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169605</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-21 15:54:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-22 10:18:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>