IDENTIFIKASI DEFORMASI WILAYAH NUSA TENGGARA DAN SEKITARNYA MENGGUNAKAN DATA GNSS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

IDENTIFIKASI DEFORMASI WILAYAH NUSA TENGGARA DAN SEKITARNYA MENGGUNAKAN DATA GNSS


Pengarang

Khairatun Syifa - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Muksin - 197406252000121001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2308202010016

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Fisika (S2) / PDDIKTI : 45101

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas MIPA (S2)., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

531.38

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Wilayah Nusa Tenggara merupakan salah satu kawasan tektonik aktif di Indonesia yang dipengaruhi oleh pertemuan antara Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Mikro Banda. Proses subduksi dan aktivitas back-arc thrust menyebabkan terjadinya deformasi kerak bumi yang kompleks di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi deformasi di wilayah Nusa Tenggara dan sekitarnya menggunakan data Global Navigation Satellite System (GNSS) dari stasiun InaCORS selama periode 2012–2022. Analisis dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak STAVEL untuk menghitung kecepatan vektor pergeseran, serta GridStrain untuk menghitung dan memetakan strain rate yang mencakup principal strain, dilatation rate, dan maximum shear strain rate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah vektor pergeseran umumnya mengarah ke timur laut, besar vektor kecepatan bervariasi antara 28,22 mm/tahun hingga 72,97 mm/tahun., mengindikasikan adanya pergerakan tektonik aktif akibat konvergensi lempeng. Analisis strain mengungkapkan adanya zona kompresi dan ekstensi yang tersebar tidak merata, dengan regangan maksimum teridentifikasi di sepanjang zona sesar aktif seperti Flores Back Arc Thrust. Selain itu, ditemukan juga zona dominan dengan laju deformasi geser tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa wilayah Nusa Tenggara mengalami deformasi aktif yang berkaitan erat dengan dinamika interaksi antar lempeng, sehingga memiliki potensi tinggi terhadap gempa bumi dan perubahan struktur geologi. Penelitian ini memberikan gambaran aktual mengenai kondisi deformasi dan tektonik terkini di wilayah Nusa Tenggara dan sekitarnya, yang penting sebagai dasar ilmiah dalam mitigasi bencana dan perencanaan wilayah.

Kata kunci: GNSS, deformasi, strain, vektor kecepatan, Nusa Tenggara

The Nusa Tenggara region is one of the most tectonically active zones in Indonesia, influenced by the complex interaction of the Indo-Australian Plate, the Eurasian Plate, and the Banda Microplate. Subduction processes and back-arc thrust activities contribute to the complex crustal deformation observed in this area. This study aims to identify and analyze deformation patterns in Nusa Tenggara and its surrounding regions using Global Navigation Satellite System (GNSS) data obtained from InaCORS stations spanning the period from 2012 to 2022. Velocity vectors of crustal displacement were calculated using the STAVEL software, while strain rates comprising principal strain, dilatation rate, and maximum shear strain rate were computed and spatially mapped using GridStrain. The results indicate that displacement vectors generally trend northeastward, with velocities ranging from 28.22 mm/year to 72.97 mm/year, reflecting active tectonic convergence. Strain analysis reveals the presence of both compressional and extensional zones, unevenly distributed across the region, with maximum strain localized along major active fault systems such as the Flores Back-Arc Thrust. Furthermore, zones with high shear strain rates were identified, suggesting significant deformation activity. These findings highlight the ongoing active tectonic processes in the Nusa Tenggara region, underscoring its high seismic potential and the need for integrated geohazard mitigation strategies. This study provides critical insights into the current deformation dynamics, serving as a scientific foundation for disaster risk reduction and spatial development planning. Keywords: GNSS, deformation, strain, velocity vector, Nusa Tenggara

Citation



    SERVICES DESK