<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169593">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI DEFORMASI WILAYAH NUSA TENGGARA DAN SEKITARNYA MENGGUNAKAN DATA GNSS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Khairatun Syifa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA (S2)</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Wilayah Nusa Tenggara merupakan salah satu kawasan tektonik aktif di Indonesia yang dipengaruhi oleh pertemuan antara Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Mikro Banda. Proses subduksi dan aktivitas back-arc thrust menyebabkan terjadinya deformasi kerak bumi yang kompleks di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi deformasi di wilayah Nusa Tenggara dan sekitarnya menggunakan data Global Navigation Satellite System (GNSS) dari stasiun InaCORS selama periode 2012–2022. Analisis dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak STAVEL untuk menghitung kecepatan vektor pergeseran, serta GridStrain untuk menghitung dan memetakan strain rate yang mencakup principal strain, dilatation rate, dan maximum shear strain rate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah vektor pergeseran umumnya mengarah ke timur laut, besar vektor kecepatan bervariasi antara 28,22 mm/tahun hingga 72,97 mm/tahun., mengindikasikan adanya pergerakan tektonik aktif akibat konvergensi lempeng. Analisis strain mengungkapkan adanya zona kompresi dan ekstensi yang tersebar tidak merata, dengan regangan maksimum teridentifikasi di sepanjang zona sesar aktif seperti Flores Back Arc Thrust. Selain itu, ditemukan juga zona dominan dengan laju deformasi geser tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa wilayah Nusa Tenggara mengalami deformasi aktif yang berkaitan erat dengan dinamika interaksi antar lempeng, sehingga memiliki potensi tinggi terhadap gempa bumi dan perubahan struktur geologi. Penelitian ini memberikan gambaran aktual mengenai kondisi deformasi dan tektonik terkini di wilayah Nusa Tenggara dan sekitarnya, yang penting sebagai dasar ilmiah dalam mitigasi bencana dan perencanaan wilayah.&#13;
&#13;
Kata kunci: GNSS, deformasi, strain, vektor kecepatan, Nusa Tenggara</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>DEFORMATION - PHYSICS</topic>
 </subject>
 <classification>531.38</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169593</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-21 12:03:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-21 15:58:46</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>