<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169587">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Naufal Angkasah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas MIPA - Informatika</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini membahas analisis performa protokol CSMA/CA (Carrier Sense Multiple Access with Collision Avoidance) dengan metode 1-Persistent menggunakan model Grid Position Allocator dalam jaringan nirkabel. Protokol CSMA/CA 1-Persistent memiliki karakteristik di mana node akan terus memantau channel dan langsung mengirimkan data ketika channel dalam keadaan idle. Meskipun memberikan respon cepat, metode ini rentan terhadap tabrakan pada jaringan dengan lalu lintas padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana metode 1-Persistent mengelola akses media transmisi dalam skenario jaringan yang berbeda, terutama dalam kondisi kepadatan node yang bervariasi. Simulasi dilakukan menggunakan Network Simulator 3 (NS-3) untuk mengamati metrik kinerja seperti throughput, delay, jitter, packet delivery ratio (PDR), dan packet loss pada skenario yang berbeda-beda, termasuk variasi jumlah node dan kecepatan transmisi dari 1 Mbps hingga 100 Mbps. Kemudian divisualisasikan menggunakan NetAnim sehingga perpindahan paket dapat terlihat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode 1-Persistent dengan model grid mampu meningkatkan efisiensi transmisi data dalam kondisi jaringan tertentu, meskipun pada kondisi padat tetap ditemukan tantangan berupa peningkatan delay dan packet loss. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman karakteristik protokol 1-Persistent dan penerapannya dalam desain jaringan nirkabel yang efisien. Terutama dalam memahami dinamika kinerja metode 1-Persistent dalam skema alokasi posisi grid.&#13;
&#13;
Kata Kunci:  CSMA/CA, 1-Persistent, Grid Position Allocator, NS-3, NetAnim.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>NETWORK PROTOCOLS - COMPUTER SCIENCE</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>WIRELESS COMMUNICATION</topic>
 </subject>
 <classification>004.42</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169587</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-21 11:37:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-22 10:48:00</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>