IDENTIFIKASI PATAHAN MENGGUNAKAN METODE GROUND PENETRATING RADAR (GPR) DI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI PATAHAN MENGGUNAKAN METODE GROUND PENETRATING RADAR (GPR) DI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA


Pengarang

HAFIZIL AUFAR - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Zul Fadhli - 198604192019031007 - Dosen Pembimbing I
Muksin - 197406252000121001 - Dosen Pembimbing I



Nomor Pokok Mahasiswa

2004107010026

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Geofisika (S1) / PDDIKTI : 33201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

551.872

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan dan karakteristik Patahan Batee di Kabupaten Aceh Barat Daya menggunakan metode Ground Penetrating Radar (GPR). Patahan Batee merupakan bagian dari Sumatra Fault Zone (SFZ) yang aktif dan berpotensi menimbulkan gempa signifikan. Metode GPR dipilih karena kemampuannya menghasilkan citra resolusi tinggi pada kedalaman dangkal dengan biaya relatif rendah. Akuisisi data dilakukan pada empat lintasan di dua kecamatan, yakni Blang Pidie (Desa Baharu) dan TanganTangan (Desa Gunung Cut, Desa Suak Labu, dan Desa Adan) menggunakan antena frekuensi 700 MHz untuk memperoleh detail struktur bawah permukaan. Proses pengolahan data meliputi static correction, dewow, gain correction, bandpass filter, dan background removal menggunakan perangkat lunak ReflexW 10.2. Hasil radargram menunjukkan adanya zona refleksi miring, diskontinu, dan kacau yang mengindikasikan keberadaan patahan serta pergeseran lapisan sedimen. Kecepatan gelombang elektromagnetik yang digunakan dalam interpretasi rata-rata sebesar 0,2 m/ns. Temuan ini memperkuat indikasi bahwa wilayah studi berada pada zona deformasi aktif yang dipengaruhi pergerakan Patahan Batee. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi studi geologi selanjutnya dan mendukung upaya mitigasi bencana di Aceh Barat Daya.
Kata Kunci: Ground Penetrating Radar, Patahan Batee, Aceh Barat Daya,
Radargram, Geofisika

ABSTRACT This study aims to identify the presence and characteristics of the Batee Fault in Southwest Aceh Regency using the Ground Penetrating Radar (GPR) method. The Batee Fault is part of the active Sumatra Fault Zone (SFZ), which has the potential to generate significant earthquakes. The GPR method was selected for its capability to produce high-resolution imaging at shallow depths with relatively low cost. Data acquisition was conducted along four survey lines in two subdistricts, namely Blang Pidie (Baharu Village) and Tangan-Tangan (Gunung Cut Village, Suak Labu Village, and Adan Village), using a 700 MHz antenna to capture detailed subsurface structures. Data processing involved static correction, dewow, gain correction, bandpass filtering, and background removal using ReflexW 10.2 software. The radargram results revealed zones of inclined, discontinuous, and chaotic reflections, indicating the presence of faults and displacement of sedimentary layers. The average electromagnetic wave velocity applied in the interpretation was 0.2 m/ns. These findings reinforce the indication that the study area lies within an active deformation zone influenced by the movement of the Batee Fault. This research is expected to serve as a reference for future geological studies and support disaster mitigation efforts in Southwest Aceh Regency. Keywords: Ground Penetrating Radar, Batee Fault, Southwest Aceh, Radargram, Geophysics

Citation



    SERVICES DESK