<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169547">
 <titleInfo>
  <title>KEBERLANJUTAN USAHATANI PADI SAWAH DI KECAMATAN INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>DAVINA KRISWANTI BR STP</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk menilai status keberlanjutan usahatani padi sawah serta mengidentifikasi atribut sensitif yang memengaruhi keberlanjutan di Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar. Lokasi penelitian dipilih secara purposive karena merupakan salah satu sentra produksi padi di daerah tersebut. Populasi penelitian mencakup 3.538 petani padi sawah aktif, dengan jumlah sampel 100 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin (taraf kesalahan 10%). Data dikumpulkan melalui survei kuesioner, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik Multidimensional Scaling (MDS) melalui pendekatan RAPFISH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status keberlanjutan usahatani padi sawah berada pada kategori cukup berkelanjutan dengan indeks multidimensi sebesar 50,71. Dimensi ekonomi memperoleh skor tertinggi (59,15), diikuti kelembagaan (55,78) dan ekologi (53,88), sementara dimensi teknologi (49,94) hampir mencapai kategori cukup berkelanjutan. Dimensi sosial memiliki nilai terendah (34,82). Atribut sensitif yang berpengaruh pada keberlanjutan meliputi penggunaan pupuk dan pestisida (ekologi), pendapatan dan modal awal (ekonomi), konflik serta motivasi petani (sosial), penguasaan teknologi dan alat komunikasi (teknologi), serta lembaga keuangan dan kerjasama mitra (kelembagaan). Faktor ekonomi menjadi penentu dominan dalam mendukung keberlanjutan usahatani padi di Kecamatan Indrapuri.&#13;
Kata kunci: keberlanjutan, usahatani padi sawah, MDS, RAPFISH, atribut sensitif.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>RICE - AGRICULTURAL ECONOMICS</topic>
 </subject>
 <classification>338.173 18</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169547</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-20 14:41:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-20 15:53:11</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>