<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169503">
 <titleInfo>
  <title>STUDI KELAYAKAN APRON TIMBAL SEBAGAI ALAT PELINDUNG RADIASI MENGGUNAKAN METODE RADIOGRAFI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rahmatun Ridhani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahua</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Paparan radiasi pengion dari peralatan sinar-X dalam prosedur radiologi diagnostik&#13;
dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius, baik bagi tenaga medis maupun&#13;
pasien. Salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko tersebut adalah dengan&#13;
penggunaan alat pelindung diri (APD), seperti apron timbal, yang berfungsi&#13;
melindungi organ kritis dari paparan radiasi. Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
mengevaluasi kelayakan apron timbal sebagai alat pelindung radiasi yang digunakan&#13;
di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Tipe B Banda Aceh. Tiga apron diuji menggunakan&#13;
metode radiografi, terdiri dari dua apron yang telah digunakan di rumah sakit dan satu&#13;
apron baru dari laboratorium sebagai kontrol. Pemeriksaan dilakukan dengan pesawat&#13;
sinar-X pada tegangan 75 kV dan arus 100 mAs. Analisis citra radiografi dilakukan&#13;
menggunakan perangkat lunak Radiant DICOM Viewer untuk mengukur dan&#13;
mengidentifikasi adanya retakan, lipatan, atau deformasi lainnya. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa salah satu apron mengalami retakan seluas 47,3 mm² pada area&#13;
kritis, yang melebihi batas maksimum 15 mm² sesuai standar BAPETEN, sehingga&#13;
dinyatakan tidak layak pakai. Sementara dua apron lainnya masih dalam kondisi layak&#13;
meskipun terdapat deformasi ringan. Penelitian ini menegaskan pentingnya inspeksi&#13;
berkala terhadap apron timbal guna memastikan efektivitas perlindungan radiasi serta&#13;
menjamin keselamatan kerja di lingkungan radiologi.&#13;
Kata kunci: apron timbal, radiografi, proteksi radiasi, sinar-X, studi kelayakan,&#13;
standar BAPETEN.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>RADIATION - PHYSICS</topic>
 </subject>
 <classification>539.2</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169503</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-19 13:05:55</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-19 15:09:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>