IDENTIFIKASI PERLAPISAN BAWAH PERMUKAAN UNTUK POTENSI LAHAN PERTANIAN MENGGUNAKAN METODE GROUND PENETRATING RADAR (GPR) DI DESA LAMGEU EU ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

IDENTIFIKASI PERLAPISAN BAWAH PERMUKAAN UNTUK POTENSI LAHAN PERTANIAN MENGGUNAKAN METODE GROUND PENETRATING RADAR (GPR) DI DESA LAMGEU EU ACEH BESAR


Pengarang

Cut Wan Mulia Rahmi - Personal Name;

Dosen Pembimbing

Didik Sugiyanto - 197312072003121002 - Dosen Pembimbing I
Teuku Alvisyahrin - 196203301988111003 - Dosen Pembimbing II



Nomor Pokok Mahasiswa

2108102010008

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Fisika (S1) / PDDIKTI : 45201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahua., 2025

Bahasa

Indonesia

No Classification

526.9

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian dilakukan di sepanjang lima lintasan menggunakan instrumen GPR IDS
yang beroperasi pada frekuensi 80 MHz. Data radargram dianalisis secara visual dan
dikonversi ke kedalaman berdasarkan estimasi kecepatan gelombang elektromagnetik.
Nilai kecepatan gelombang (0,05–0,07 m/ns) dan permitivitas relatif (Ɛr) yang
digunakan mengacu pada Tabel Reynolds (1997). Hasil interpretasi menunjukkan pola
refleksi paralel dan bergelombang, yang menunjukkan variasi stratifikasi material
tanah dari permukaan hingga kedalaman sekitar ±7 meter. Lapisan bawah tanah terbagi
menjadi tiga zona utama: lapisan tanah atas berlanau, lapisan transisi lanau-lempung,
dan lapisan pasir jenuh air. Karakteristik ini menunjukkan kapasitas retensi air yang
tinggi dan struktur tanah yang mendukung perkembangan akar. Berdasarkan temuan
ini, lahan di wilayah penelitian diklasifikasikan sebagai lahan yang sesuai untuk
pertanian musiman seperti padi, palawija, dan tanaman pangan. Metode GPR telah
terbukti efektif dalam mengidentifikasi struktur bawah permukaan secara nondestruktif dan dapat digunakan sebagai referensi untuk evaluasi lahan pertanian.
Kata kunci: GPR, radargram, perlapisan tanah, permitivitas relatif, lahan pertanian.

The research was conducted along five tracks using a GPR IDS instrument operating at a frequency of 80 MHz. Radargram data were visually analyzed and converted to depth based on estimated electromagnetic wave velocity. The wave velocity values (0.05–0.07 m/ns) and relative permittivity (Ɛr) used refer to Reynolds' Table (1997). The interpretation results show parallel and wavy reflection patterns, indicating variations in soil material stratification from the surface down to a depth of approximately ±7 meters. The subsurface is divided into three main zones: silty topsoil, a silt–clay transition layer, and a water-saturated sand layer. These characteristics indicate a high water retention capacity and soil structure that supports root development. Based on these findings, the land in the research area is classified as suitable for seasonal agriculture such as rice, secondary crops, and field crops. The GPR method has proven effective in non-destructively identifying subsurface structures and can be used as a reference for agricultural land evaluation. Keywords: GPR, radargram, soil layering, relative permittivity, agricultural land

Citation



    SERVICES DESK