<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="169487">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS TINGKAT KERENTANAN PETANI PADI SAWAH DENGAN PENDEKATAN SUSTAINABLE LIVELIHOOD DI KECAMATAN INDRAPURI KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TRI FIKAR JANUARI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian</publisher>
   <dateIssued>2025</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Karya Kerja Ilmiah</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kecamatan Indrapuri dikenal sebagai salah satu wilayah sentra produksi padi sawah di Kabupaten Aceh Besar. Namun, meskipun sektor pertanian di Kecamatan Indrapuri telah mengalami kemajuan dari sisi teknis, para petani masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu masalah utama adalah sulitnya mendapatkan harga jual yang menguntungkan, banyak petani masih bergantung pada tengkulak atau pedagang perantara, Selain itu, Ketika harga gabah berfluktuasi, pendapatan petani menjadi tidak stabil. Akibatnya, para petani tetap berada dalam kondisi rentan secara ekonomi dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan livelihood asset dan mengetahui tingkat kerentanan petani padi sawah dikecamatan indrapuri. jumlah sampel yang diperoleh adalah 90 sampel dari dari 6 desa yang dipilih secara puposive. Penelitian ini mengukur kerentanan menggunakan metode Livelihood Vulnerability Index (LVI). Hasil analisis mengenai pemanfaatan aset penghidupan petani padi di Kecamatan Indrapuri menunjukkan bahwa sebagian besar petani memiliki pengetahuan dan keterampilan usaha tani yang baik, serta akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan pasar yang cukup mudah. Namun, penguasaan terhadap teknologi pertanian modern masih belum optimal serta pendapatan yang minim meningkatkan kerentanan finansial petani. Meskipun kondisi alam relatif mendukung dengan ketersediaan air dan rendahnya risiko cuaca ekstrem tantangan dari serangan hama dan penyakit masih perlu diwaspadai. Dari sisi sosial, lingkungan masyarakat menunjukkan lingkungan sosial yang stabil. Hasil perhitungan nilai Livelihood Vulnerability Index di Kecamatan Indrapuri sebesar 0,47 termasuk dalam kategori kerentanan sedang. Nilai ini terdiri dari modal atau aset yang dimiliki petani di Kecamatan Indrapuri, terdiri dari modal sumber daya manusia sebesar 0,38, modal sumber daya alam sebesar 0,39, modal fisik sebesar 0,42, modal keuangan sebesar 0,65 dan modal sosial sebesar 0,37. Modal atau aset penghidupan yang memiliki keretanan tinggi adalah modal keuangan yaitu sebesar 0,65.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>RICE - AGRICULTURAL ECONOMICS</topic>
 </subject>
 <classification>338.173 18</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>169487</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2025-08-16 23:41:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2025-08-19 10:16:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>